Dewan Redaksi Media Group Abdul Kohar/Media Indonesia
Dewan Redaksi Media Group Abdul Kohar/Media Indonesia (Abdul Kohar)

Abdul Kohar

Dewan Redaksi Media Group

Pangan sebagai Panglima

Pilar Jokowi kedaulatan pangan pangan global pangan Ketahanan Pangan Podium
Abdul Kohar • 18 Mei 2022 05:34
BENAR belaka apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekitar empat setengah tahun lalu. Ketika itu, saat menyampaikan pidato pada Dies Natalis Institut Pertanian Bogor, pada September 2017, Jokowi menyampaikan pesan khusus. Di kampus IPB Bogor, dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa ke depan, bukan politik dan hukum yang akan menjadi panglima, melainkan justru urusan pangan.
 
Siapa yang punya pangan, kata Jokowi dalam orasinya, dia yang mengendalikan. Ke depan, seluruh negara berebut pangan, energi, dan air sehingga perlu disiapkan logistik yang memadai agar negara tidak mudah ditundukkan. "Tanpa ketersediaan logistik yang mencukupi, negara ini mudah dikalahkan," kata Jokowi.
 
Jokowi menegaskan, negara mudah ditundukkan karena ke depan bukan politik lagi yang jadi panglima. Pula, mungkin bukan hukum lagi yang jadi panglima. "Saatnya pangan yang menjadi panglima," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Baca:Kementan Kawal Ketahanan Pangan Masa Depan Karena itu, paradigma-paradigma baru dan inovasi baru tentang pangan harus dikeluarkan dan diciptakan. Tanpa itu, tandas Jokowi, sulit rasanya kita berkompetisi, sulit pula kita bersaing dengan negara lain.
 
Hanya kurang dari setengah dekade, ucapan Kepala Negara itu mendekati terbukti. Saat perang Rusia dengan Ukraina pecah, sebagian dunia mulai panik. Tidak terkecuali negara-negara raksasa seperti Amerika Serikat, khususnya negara-negara di Eropa.
 
Pangkalnya, Rusia dan Ukraina sebagai penyuplai gandum penting di dunia mulai menggunakan komoditas pangan penting tersebut sebagai alat negosiasi dan 'teror'. Rusia memblokade kapal-kapal pengangkut gandum asal Ukraina untuk dipasok ke sejumlah negara. Rusia yang diblokade ekonomi, tak sudi lagi memasok bahan pangan utama di sejumlah negara itu.
 
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, Rusia memproduksi hampir 80 juta ton gandum per tahun dan mengekspor hampir 30 juta ton, sedangkan Ukraina mengekspor sekitar 20 juta hingga 25 juta ton gandum per tahun. Pangan pun jadi alat tawar-menawar yang amat menentukan.
 
Beberapa saat setelah Rusia dan Ukraina mengurangi, bahkan menyetop, pasokan gandum, dunia dilanda kepanikan. Tiap-tiap negara berlomba mengamankan pasokan pangan mereka sendiri-sendiri. Terbaru, mulai pekan ini, India juga melarang sementara waktu ekspor gandumnya. Padahal, India memasok sekitar 12 juta ton gandum per tahun untuk kebutuhan global.

 
Halaman Selanjutnya
Krisis pangan dunia pun di…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif