Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group/MI/Ebet
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group/MI/Ebet (Jaka Budi Santosa)

Jaka Budi Santosa

Jaka Budi Santosa

Saya Islam, Saya Penggemar Wayang

Jaka Budi Santosa • 18 Februari 2022 05:26

 
Dalam sebuah pengajian yang rekamannya viral di media sosial, Basalamah ditanya seorang jemaah soal wayang. Dia menjawab dengan memberi saran agar Islam dijadikan tradisi, bukan tradisi sebagai Islam.
 
"Kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam, tiada masalah dan kalau bentrok sama Islam, ada baiknya ditinggalkan," ucapnya.
 
Dia juga ditanya bagaimana taubatnya seorang dalang. Jawabnya, "Kalau masalah taubat, ya, taubat nasuha kepada Allah SWT dengan tiga syarat yang sudah kita tahu, meninggalkan dosa-dosa, menyesal, dan janji sama Allah tidak mengulanginya, dan kalau dia punya (wayang), maka lebih baik dimusnahkan, dalam arti kata ini lebih baik dihilangkan.” Basalamah telah memberikan klarifikasi. Dia mengaku tidak pernah berpikir untuk menghapuskan wayang sebagai budaya peninggalan nenek moyang kita. Dia juga sudah meminta maaf jika ada yang tersinggung.
 
Basalamah dijuluki uztaz. Tentu dia pintar soal agama Islam. Ilmunya pasti tinggi. Silakan saja dia punya sudut pandang soal wayang.
 
Namun, maaf, saya lebih sreg untuk mengikuti ajaran uztaz-uztaz dan ahli agama yang lain, juga para alim ulama yang ilmunya juga tinggi, tapi tak mengharamkan wayang.
 
Kurang tinggi apa ilmu Wali Songo? Toh, mereka malah menjadikan wayang sebagai media dakwah. Media untuk menyebarkan Islam di tanah Jawa hingga Islam menjadi agama mayoritas sampai kini.
 
Saya sepaham dengan Kang Dedi Mulyadi bahwa wayang benar haram, tapi kalau dimakan. Mau wayang kulit, wayang golek, dan wayang klitik (terbuat dari kayu), atau wayang beber (dari kain), kalau dimakan, pasti membuat celaka bagi yang memakannya.
 
Mencelakakan diri sendiri, juga orang lain, ialah haram. Dilarang. Jadi, betul wayang memang haram untuk dimakan.
 
Kalau dinikmati keindahannya, jika diresapi filosofinya, ia halal. Saya orang Islam, saya pun akan terus menggemari wayang, menikmati wayang.
 

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Pilar wayang kulit Kebudayaan islam UNESCO

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif