Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. DOK Basarnas
Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. DOK Basarnas

Duka di Perlintasan Bekasi Timur, Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjebak dalam Kecelakaan Kereta?

Renatha Swasty • 29 April 2026 11:46
Ringkasnya gini..
  • Yang membedakan selamat dan tidak selamat bukan semata keberuntungan, melainkan kesiapan dan keputusan tepat di momen paling kritis.
  • Ada hal-hal yang bisa dilakukan penumpang pada sebelum, saat, dan setelah kecelakaan.
  • Cara-cara ini dapat meminimalisir korban.
Jakarta: Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026 menjadi salah satu insiden perkeretaapian paling tragis di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bermula dari taksi Green SM (Xanh SM) yang mogok di atas perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur, menghalangi jalur kereta aktif.
 
KRL Commuter Line Cikarang yang melintas terpaksa berhenti, namun kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dari arah belakang langsung menghantamnya sebelum evakuasi sempat dilakukan. Gerbong paling belakang, yang merupakan gerbong khusus wanita menjadi bagian yang paling parah terdampak, dengan puluhan penumpang mengalami luka serius.
 
Sebanyak 15 orang meninggal dan 84 lainnya luka-luka dalam kejadian itu. Insiden ini membuka kembali diskusi lama soal bahaya perlintasan sebidang di Indonesia yang hingga kini masih menjadi titik rawan kecelakaan.

Satu kelalaian kecil di area perlintasan terbukti dapat berujung pada bencana yang merenggut banyak nyawa. Yang membedakan selamat dan tidak selamat bukan semata keberuntungan, melainkan kesiapan dan keputusan tepat di momen paling kritis.
 
Berikut hal-hal yang harus diketahui setiap penumpang kereta sebelum, saat, dan setelah kecelakaan terjadi dikutip dari laman pipeaway.com

Apa yang Harus Dilakukan oleh Penumpang Saat Terjadi Kecelakaan Kereta?

Sebelum Kecelakaan, Persiapan Sejak Naik Kereta

1. Pilih tempat duduk strategis 

Gerbong tengah umumnya lebih aman dibandingkan dengan gerbong paling depan atau belakang. Hindari duduk menghadap arah perjalanan, posisi membelakangi arah laju mengurangi risiko terlempar ke depan saat benturan terjadi.

2. Kenali lokasi pintu darurat dan jendela pelarian 

Begitu masuk gerbong, luangkan 30 detik untuk mencari letak pintu darurat, jendela pelarian, alat pemecah kaca, dan tuas pembuka pintu manual, karena pintu otomatis bisa gagal berfungsi saat kecelakaan.

3. Simpan barang bawaan dengan benar 

Koper dan tas berat di rak atas bisa menjadi benda berbahaya saat benturan. Pastikan koper tidak ditaruh di atas dan simpan barang berharga di tas kecil yang bisa langsung dibawa saat evakuasi.

4. Tetap sadar selama perjalanan 

Jangan habiskan seluruh perjalanan menatap ponsel. Perhatikan getaran tidak normal, suara gesekan aneh, atau gerbong yang mulai miring. Tanda-tanda ini bisa memberi beberapa detik krusial untuk bersiap sebelum benturan terjadi.
 

Saat Kecelakaan Berlangsung

1. Jangan panik 

Begitu merasakan guncangan tidak normal, jangan berdiri atau berlari. Segera turunkan badan, pegang erat sandaran kursi, lindungi kepala dengan kedua lengan, dan bungkukkan badan ke depan seperti brace position di pesawat.

2. Jauhkan diri dari jendela 

Saat tabrakan terjadi, jendela adalah titik paling berbahaya karena kaca bisa pecah ke dalam. Condongkan badan ke arah lorong, jauh dari dinding luar gerbong terutama pada sisi arah datangnya benturan.

3. Lepaskan barang-barang yang menghalangi 

Jangan mencoba menahan atau menyelamatkan barang bawaan saat benturan terjadi. Fokus sepenuhnya pada melindungi tubuh sendiri karena barang bisa diganti, tetapi nyawa tidak.

4. Tahan posisi hingga kereta benar-benar berhenti 

Tetap di posisi perlindungan hingga kereta benar-benar berhenti. Ada kemungkinan terjadi beberapa benturan beruntun, dan banyak korban justru cedera setelah benturan pertama karena terlalu cepat bergerak.

Setelah Kecelakaan, Evakuasi yang Tepat Bisa Menyelamatkan Nyawa

1. Lihat situasi sebelum bergerak 

Jangan langsung berlari keluar. Periksa ada tidaknya asap atau api, posisi gerbong, kabel listrik yang jatuh, dan kondisi tubuh sendiri. Jika ada cedera serius, lebih baik diam dan tunggu pertolongan.

2. Tunggu instruksi petugas, kecuali ada ancaman langsung 

Evakuasi resmi baru dimulai setelah petugas memastikan jalur rel diblokir dan arus listrik dimatikan. Turun sendiri sebelum ada instruksi bisa berbahaya, pengecualiannya hanya jika ada kebakaran yang sudah merambat ke gerbong Anda.

3. Gunakan jalur evakuasi yang tepat 

Jika pintu utama tersumbat, pecahkan sudut jendela bukan bagian tengahnya menggunakan alat pemecah kaca. Bisa juga berpindah ke gerbong lain melalui pintu antar gerbong yang kondisinya lebih baik.

4. Segera menjauh dari jalur rel setelah keluar 

Jangan berdiri di dekat rel setelah keluar dari gerbong. Bergeraklah minimal 30 meter dari rel ke area yang aman, karena kereta lain mungkin masih beroperasi dan gerbong rusak bisa bergerak susulan.

5. Hubungi nomor darurat sesegera mungkin 

Begitu berada di posisi aman, hubungi 119 untuk ambulans, 110 untuk polisi, atau 021 call center KAI. Berikan informasi lokasi, perkiraan jumlah korban, dan kondisi yang tampak.

6. Bantu penumpang lain tapi jangan ambil risiko berlebihan 

Bantu lansia, anak-anak, atau penumpang terluka di sekitar. Namun, jangan memindahkan korban yang mungkin cedera tulang belakang kecuali ada ancaman langsung. Jangan masuk kembali ke gerbong yang berasap atau terbakar untuk menyelamatkan barang.

7. Tangani syok psikologis pada diri sendiri dan orang lain 

Lakukan pernapasan dalam-dalam, berbicara dengan orang di sekitar, dan tetap dekat dengan kelompok penumpang lain. Jangan tolak bantuan psikologis yang ditawarkan tim medis setelah diselamatkan.
 
Sobat Medcom, itulah hal-hal yang dapat dilakukan oleh penumpang jika terjebak ketika terjadi kecelakaan kereta. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan