KRL Commuter Line Cikarang yang melintas terpaksa berhenti, namun kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dari arah belakang langsung menghantamnya sebelum evakuasi sempat dilakukan. Gerbong paling belakang, yang merupakan gerbong khusus wanita menjadi bagian yang paling parah terdampak, dengan puluhan penumpang mengalami luka serius.
Sebanyak 15 orang meninggal dan 84 lainnya luka-luka dalam kejadian itu. Insiden ini membuka kembali diskusi lama soal bahaya perlintasan sebidang di Indonesia yang hingga kini masih menjadi titik rawan kecelakaan.
Satu kelalaian kecil di area perlintasan terbukti dapat berujung pada bencana yang merenggut banyak nyawa. Yang membedakan selamat dan tidak selamat bukan semata keberuntungan, melainkan kesiapan dan keputusan tepat di momen paling kritis.
Berikut hal-hal yang harus diketahui setiap penumpang kereta sebelum, saat, dan setelah kecelakaan terjadi dikutip dari laman pipeaway.com:
Apa yang Harus Dilakukan oleh Penumpang Saat Terjadi Kecelakaan Kereta?
Sebelum Kecelakaan, Persiapan Sejak Naik Kereta
1. Pilih tempat duduk strategis
Gerbong tengah umumnya lebih aman dibandingkan dengan gerbong paling depan atau belakang. Hindari duduk menghadap arah perjalanan, posisi membelakangi arah laju mengurangi risiko terlempar ke depan saat benturan terjadi.2. Kenali lokasi pintu darurat dan jendela pelarian
Begitu masuk gerbong, luangkan 30 detik untuk mencari letak pintu darurat, jendela pelarian, alat pemecah kaca, dan tuas pembuka pintu manual, karena pintu otomatis bisa gagal berfungsi saat kecelakaan.3. Simpan barang bawaan dengan benar
Koper dan tas berat di rak atas bisa menjadi benda berbahaya saat benturan. Pastikan koper tidak ditaruh di atas dan simpan barang berharga di tas kecil yang bisa langsung dibawa saat evakuasi.4. Tetap sadar selama perjalanan
Jangan habiskan seluruh perjalanan menatap ponsel. Perhatikan getaran tidak normal, suara gesekan aneh, atau gerbong yang mulai miring. Tanda-tanda ini bisa memberi beberapa detik krusial untuk bersiap sebelum benturan terjadi.Baca Juga :
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Momentum Pembenahan Sistem Keselamatan Transportasi Nasional
Saat Kecelakaan Berlangsung
1. Jangan panik
Begitu merasakan guncangan tidak normal, jangan berdiri atau berlari. Segera turunkan badan, pegang erat sandaran kursi, lindungi kepala dengan kedua lengan, dan bungkukkan badan ke depan seperti brace position di pesawat.2. Jauhkan diri dari jendela
Saat tabrakan terjadi, jendela adalah titik paling berbahaya karena kaca bisa pecah ke dalam. Condongkan badan ke arah lorong, jauh dari dinding luar gerbong terutama pada sisi arah datangnya benturan.3. Lepaskan barang-barang yang menghalangi
Jangan mencoba menahan atau menyelamatkan barang bawaan saat benturan terjadi. Fokus sepenuhnya pada melindungi tubuh sendiri karena barang bisa diganti, tetapi nyawa tidak.4. Tahan posisi hingga kereta benar-benar berhenti
Tetap di posisi perlindungan hingga kereta benar-benar berhenti. Ada kemungkinan terjadi beberapa benturan beruntun, dan banyak korban justru cedera setelah benturan pertama karena terlalu cepat bergerak.Setelah Kecelakaan, Evakuasi yang Tepat Bisa Menyelamatkan Nyawa
1. Lihat situasi sebelum bergerak
Jangan langsung berlari keluar. Periksa ada tidaknya asap atau api, posisi gerbong, kabel listrik yang jatuh, dan kondisi tubuh sendiri. Jika ada cedera serius, lebih baik diam dan tunggu pertolongan.2. Tunggu instruksi petugas, kecuali ada ancaman langsung
Evakuasi resmi baru dimulai setelah petugas memastikan jalur rel diblokir dan arus listrik dimatikan. Turun sendiri sebelum ada instruksi bisa berbahaya, pengecualiannya hanya jika ada kebakaran yang sudah merambat ke gerbong Anda.3. Gunakan jalur evakuasi yang tepat
Jika pintu utama tersumbat, pecahkan sudut jendela bukan bagian tengahnya menggunakan alat pemecah kaca. Bisa juga berpindah ke gerbong lain melalui pintu antar gerbong yang kondisinya lebih baik.4. Segera menjauh dari jalur rel setelah keluar
Jangan berdiri di dekat rel setelah keluar dari gerbong. Bergeraklah minimal 30 meter dari rel ke area yang aman, karena kereta lain mungkin masih beroperasi dan gerbong rusak bisa bergerak susulan.5. Hubungi nomor darurat sesegera mungkin
Begitu berada di posisi aman, hubungi 119 untuk ambulans, 110 untuk polisi, atau 021 call center KAI. Berikan informasi lokasi, perkiraan jumlah korban, dan kondisi yang tampak.6. Bantu penumpang lain tapi jangan ambil risiko berlebihan
Bantu lansia, anak-anak, atau penumpang terluka di sekitar. Namun, jangan memindahkan korban yang mungkin cedera tulang belakang kecuali ada ancaman langsung. Jangan masuk kembali ke gerbong yang berasap atau terbakar untuk menyelamatkan barang.7. Tangani syok psikologis pada diri sendiri dan orang lain
Lakukan pernapasan dalam-dalam, berbicara dengan orang di sekitar, dan tetap dekat dengan kelompok penumpang lain. Jangan tolak bantuan psikologis yang ditawarkan tim medis setelah diselamatkan.Sobat Medcom, itulah hal-hal yang dapat dilakukan oleh penumpang jika terjebak ketika terjadi kecelakaan kereta. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News