Jakarta: Insiden kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden berawal dari taksi listrik Green SM yang mogok di perlintasan sebidang.
Alhasil, taksi listrik tersebut ditabrak oleh KRL dari arah Cikarang, sedangkan sopir sudah lebih dulu keluar. Taksi terseret sejauh kira-kira 50 meter ke arah dekat stasiun dan KRL terpaksa berhenti di titik tersebut.
Akibat insiden pertama, ada KRL menuju Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL kedua itu berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo. KA Argo Bromo yang tidak mendapatkan sinyal peringatan melaju dengan kecepatan normal hingga akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
Tabrakan berlangsung cukup keras hingga menyebabkan kerusakan parah di gerbong belakang khusus wanita. Update terbaru, korban meninggal dunia mencapai 15 orang sedangkan 88 orang lainnya masih dirawat.
Penjelasan resmi Green SM
Menyusul insiden tersebut, manajemen Green SM merilis pernyataan resmi.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas. Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis pernyataan resmi perusahaan.
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” demikian bunyi pernyataan resmi perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.
Tuai kritikan netizen
Pernyataan resmi Green SM tersebut justru membuat netizen murka. Pasalnya dalam pernyataan tersebut, perusahaan dianggap nirempati karena tidak ada permintaan maaf serta tidak ada ucapan belasungkawa terhadap para korban.
Padahal, berdasarkan kronologi, armada merekalah yang menjadi awal alias biang kerok kecelakaan maut tersebut.
Setelah mendapat kritikan, Green SM kembali merilis pernyataan resmi kedua.
“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” tulis pernyataan kedua Green SM.
Meskipun sudah menyampaikan rasa berduka dan belasungkawa kepada korban, namun perusahaan asal Vietnam itu tetap tidak menyampaikan permintaan maaf.
Kini Green SM menjadi sasaran bully netizen yang menyerang akun media sosial mereka dengan berbagai kritikan. Bahkan Green SM terpantau sudah menutup komentar di akun instagram resmi mereka. Tak cukup itu saja, Green SM juga membatasi akses akun resmi mereka di X.
Jakarta: Insiden
kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden berawal dari taksi listrik
Green SM yang mogok di perlintasan sebidang.
Alhasil, taksi listrik tersebut ditabrak oleh KRL dari arah Cikarang, sedangkan sopir sudah lebih dulu keluar. Taksi terseret sejauh kira-kira 50 meter ke arah dekat stasiun dan KRL terpaksa berhenti di titik tersebut.
Akibat insiden pertama, ada KRL menuju Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL kedua itu berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo. KA Argo Bromo yang tidak mendapatkan sinyal peringatan melaju dengan kecepatan normal hingga akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
Tabrakan berlangsung cukup keras hingga menyebabkan kerusakan parah di gerbong belakang khusus wanita. Update terbaru, korban meninggal dunia mencapai 15 orang sedangkan 88 orang lainnya masih dirawat.
Penjelasan resmi Green SM
Menyusul insiden tersebut, manajemen Green SM merilis pernyataan resmi.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas. Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis pernyataan resmi perusahaan.
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” demikian bunyi pernyataan resmi perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.
Tuai kritikan netizen
Pernyataan resmi Green SM tersebut justru membuat netizen murka. Pasalnya dalam pernyataan tersebut, perusahaan dianggap nirempati karena tidak ada permintaan maaf serta tidak ada ucapan belasungkawa terhadap para korban.
Padahal, berdasarkan kronologi, armada merekalah yang menjadi awal alias biang kerok kecelakaan maut tersebut.
Setelah mendapat kritikan, Green SM kembali merilis pernyataan resmi kedua.
“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” tulis pernyataan kedua Green SM.
Meskipun sudah menyampaikan rasa berduka dan belasungkawa kepada korban, namun perusahaan asal Vietnam itu tetap tidak menyampaikan permintaan maaf.
Kini Green SM menjadi sasaran bully netizen yang menyerang akun media sosial mereka dengan berbagai kritikan. Bahkan Green SM terpantau sudah menutup komentar di akun instagram resmi mereka. Tak cukup itu saja, Green SM juga membatasi akses akun resmi mereka di X.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)