Memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan menjadi langkah krusial agar perjalanan mudik berlangsung tenang dan nyaman.
Pakar manajemen risiko dari IPB University membagikan 9 langkah strategis yang bisa diterapkan pemudik untuk melindungi hunian dari berbagai ancaman, mulai dari pencurian hingga bencana seperti kebakaran dan banjir.
1. Periksa Seluruh Akses Rumah
Kepala Kantor Tata Kelola dan Manajemen Risiko IPB University, Ir Budi Purwanto, ME, menegaskan bahwa pengamanan dasar harus menjadi prioritas utama sebelum berangkat."Pastikan pintu, jendela, dan ventilasi terkunci rapat. Tambahkan gembok pada pagar atau garasi. Simpan dokumen penting, perhiasan, serta barang elektronik di brankas atau tempat tersembunyi," ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.
2. Libatkan Tetangga dan Pengurus RT
Selain pengamanan fisik, koordinasi dengan lingkungan sekitar sangat dianjurkan. Budi menyarankan pemilik rumah untuk berkomunikasi dengan tetangga terpercaya maupun pengurus RT setempat agar ikut memantau kondisi rumah selama ditinggal."Jalin komunikasi yang baik dan mintakan nomor kontak yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu," tuturnya.
3. Pasang Lampu Otomatis
Penggunaan lampu otomatis dinilai efektif untuk memberikan kesan rumah tetap berpenghuni. Lampu indoor maupun outdoor dapat diatur menyala secara otomatis pada malam hari, sehingga dapat mengecoh pelaku kejahatan.4. Antisipasi Risiko Korsleting Listrik
Dari sisi instalasi listrik, Budi mengingatkan agar miniature circuit breaker (MCB) sekunder dimatikan sebelum berangkat. Kabel perangkat elektronik yang tidak esensial seperti televisi dan charger sebaiknya dicabut untuk mencegah risiko korsleting. Sementara itu, kulkas dan freezer dapat tetap dinyalakan apabila diperlukan.5. Periksa Instalasi Gas dan Air
Untuk peralatan rumah tangga lainnya, regulator kompor gas perlu dilepas dan tabung gas dipastikan tertutup rapat. Dispenser air juga sebaiknya dimatikan guna menghindari potensi kebocoran yang bisa menyebabkan banjir kecil atau korsleting.6. Bersihkan Lingkungan dari Potensi Bahaya
Sebagai langkah mitigasi terhadap risiko kebakaran maupun banjir, Budi menganjurkan untuk membersihkan sampah atau kardus yang mudah terbakar, merapikan ranting pohon di sekitar rumah, serta memastikan saluran drainase tidak tersumbat."Pastikan saluran air di sekitar rumah lancar. Bagi rumah yang berada di daerah rawan genangan, ventilasi bagian bawah dan celah-celah dapat ditutup menggunakan papan kedap air," terangnya.
7. Siapkan Alat Pemadam dan Detektor
Ia juga menyarankan pemasangan detektor asap, memastikan alarm kebakaran berfungsi, dan menempatkan alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi yang mudah dijangkau. Pemantauan rumah secara berkala melalui CCTV yang terhubung dengan aplikasi gawai juga menjadi langkah preventif yang disarankan.8. Terapkan Prinsip Dual Security
Agar pengamanan lebih komprehensif, Budi mendorong penerapan prinsip dual security atau pengamanan ganda. Caranya dengan memasang double lock pada pintu utama, misalnya kombinasi antara kunci konvensional dan kunci digital ber-password.9. Lindungi Aset dari Kerusakan
Untuk mencegah kelembapan dan pertumbuhan jamur selama rumah ditinggal, ia menyarankan menempatkan silica gel atau kapur antilembap di dalam lemari dan ruangan tertutup, serta menutup furnitur kayu dengan kain terpal.Pengamanan eksternal juga tak kalah penting. Tanaman hias atau pot di teras perlu diikat dengan kuat agar tidak terbawa angin kencang. Peralatan kebun seperti sekop dan tangga sebaiknya disimpan di dalam rumah agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai langkah antisipasi darurat, Budi menyarankan agar fotokopi KTP, surat tanah, dan polis asuransi disimpan dalam cloud storage seperti Google Drive atau Dropbox untuk memudahkan akses jika diperlukan sewaktu-waktu.
"Selamat menunaikan ibadah Ramadan dan mudik dengan lancar. Tinggalkan rumah dengan tenang dan kembali dengan selamat," tutup Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News