Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) bersama Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perhubungan sendiri tengah menyiapkan Surat Edaran resmi mengenai jadwal pembelajaran selama Ramadan. Namun, prediksi jadwal libur dan masuk sekolah sudah bisa merujuk pada kalender pendidikan yang ada.
Prediksi Libur Idulfitri 2026 untuk Siswa
Berdasarkan Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026, libur Hari Raya Idulfitri diatur berlangsung selama enam hari sebelum dan enam hari setelah tanggal 1 Syawal 1447 H. Dengan prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menempatkan 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada 20-21 Maret 2026, maka libur Lebaran untuk siswa adalah sebagai berikut:- Libur Idulfitri: 16 Maret – 28 Maret 2026 (enam hari sebelum dan sesudah 1 Syawal).
- Masuk Sekolah Kembali: Senin, 30 Maret 2026.
Jadwal Pembelajaran Selama Ramadan
Sebelum libur panjang Idulfitri, siswa terlebih dahulu akan menjalani proses pembelajaran di bulan Ramadan. Tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Jika mengacu pada kalender pendidikan, libur awal Ramadan biasanya diberikan satu hari sebelum dan dua hari saat awal puasa.Dengan demikian, perkiraan jadwal kegiatan siswa selama bulan puasa adalah:
- Libur Awal Ramadan: 18, 19, dan 20 Februari 2026.
- Pembelajaran Selama Ramadan: 21 Februari – 14 Maret 2026.
- Libur Idulfitri: 16 – 28 Maret 2026.
- Masuk Sekolah Kembali: 30 Maret 2026.
"Masyarakat, terutama orang tua dan siswa, diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi dari pemerintah daerah masing-masing, karena detail jadwal bisa saja memiliki sedikit perbedaan berdasarkan kebijakan dinas pendidikan setempat," tulis keterangan di laman resmi Kementerian Pendidikan.
Lebaran Hari Apa?
Banyak pihak bertanya kapan Hari Raya Idulfitri 1447 H? Berdasarkan data hisab yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.Pada saat rukyatul hilal dilakukan pada hari yang sama, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, serta sudut elongasi berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.
Untuk memverifikasi data tersebut, Kementerian Agama bersama berbagai pihak akan melaksanakan rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Pelaksanaan rukyat melibatkan kantor wilayah Kementerian Agama, Kementerian Agama kabupaten/kota, peradilan agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait di daerah.
Hasil rukyatul hilal dari seluruh wilayah Indonesia bersama data hisab posisi hilal akan dimusyawarahkan dalam Sidang Isbat untuk ditetapkan awal Syawal 1447 H. Keputusan tersebut akan diumumkan kepada masyarakat sebagai pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Hari Raya Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News