Bimbingan yang lancar tidak hanya bergantung pada kecerdasan mahasiswa. Sikap, cara berkomunikasi, dan etika selama proses bimbingan ikut menentukan.
Oleh karena itu, memahami apa yang diharapkan dosen pembimbing menjadi bekal penting. Mahasiswa yang tahu hal ini bisa membangun hubungan kerja yang sehat sejak pertemuan pertama.
Dosen Universitas Padjadjaran (Unpad), Ira Mirawati, membagikan empat karakter mahasiswa yang paling disukai dosen pembimbing. Namun, sebelum membahas lebih lanjut mengenai keempat karakter tersebut, yuk simak terlebih dahulu profil Ira Mirawati berikut.
Profil Ira Mirawati
Mengutip laman pddikti.kemdiktisaintek.go.id, Ira Mirawati adalah dosen tetap Unpad di Program Studi (prodi) Manajemen Komunikasi. Ia berstatus aktif dan menyandang jabatan fungsional Lektor Kepala.Pendidikan terakhirnya adalah S3 Ilmu Komunikasi, yang ia selesaikan pada 2019 dengan gelar Doktor. Sebelumnya, ia meraih gelar Magister Sains pada 2007 dan Sarjana Ilmu Sosial pada 2004.
Seluruh jenjang pendidikannya, dari S1 sampai S3, ia tempuh di Unpad. Latar belakang itu menunjukkan perjalanan akademiknya yang panjang di kampus tempatnya mengajar.
Lantas, apa saja rahasia agar bimbingan skripsi berjalan mulus dan disayang dosen? Berikut karakter mahasiswa ideal yang paling dicari dan disukai oleh dosen pembimbing.
Dosen Universitas Padjadjaran (Unpad), Ira Mirawati. DOK IG @ibuiramira
Karakter Mahasiswa yang Disukai Dosen Pembimbing
1. Terbuka dan Siap Datang Bimbingan
Ira menyebut karakter pertama adalah mahasiswa yang datang dengan persiapan. Mahasiswa sebaiknya sudah membawa outline sejak pertemuan pertama, meski nantinya dicoret-coret dosen.Mahasiswa juga perlu terbuka soal kemajuan pekerjaannya. Kalau belum ada progres atau masih bingung setelah membaca arahan dosen, sampaikan saja apa adanya. Menurut Ira, itu tidak masalah karena menunjukkan bahwa mahasiswa sudah berusaha.
2. Komunikatif dan Tepat Waktu
Karakter kedua adalah komunikatif. Jika akan bertemu, berhalangan, atau ingin membatalkan jadwal, mahasiswa harus mengabari dosen, apa pun alasannya.Ketepatan waktu masuk dalam poin ini. Ira mengingatkan waktu bukan hanya milik mahasiswa.
“Dosen juga sudah mengorbankan waktu. Kalau kalian datangnya telat, dosen bisa bete, dan nanti kalian akan kehilangan kepercayaan dosennya,” kata Ira, dikutip dari tayangan akun Instagram @ibuiramira, Senin, 12 Oktober 2026.
3. Tidak Baper dan Tidak Menghilang saat Revisi
Poin ketiga berkaitan dengan revisi. Ira meminta mahasiswa tidak tersinggung atau baper dan tidak menghilang ketika diminta merevisi. Ia mengajak mahasiswa menganggap revisi sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas skripsi.Hal ini juga latihan untuk dunia kerja. Di dunia kerja, mahasiswa akan menghadapi revisi berulang kali, sehingga terbiasa menerima revisi sejak skripsi adalah bekal yang berguna.
4. Sopan Santun
Karakter terakhir adalah sopan santun. Ira menegaskan adab harus didahulukan.Ia menutup pesannya dengan ajakan agar mahasiswa dan dosen sama-sama menjadi pribadi menyenangkan, sehingga proses bimbingan terasa nyaman bagi kedua belah pihak.
“Mahasiswa menyenangkan untuk dosennya, dosen juga menyenangkan untuk mahasiswanya,” ujar Ira.
Keempat karakter tersebut pada dasarnya bermuara pada hal sama, yaitu sikap saling menghargai antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Dengan keterbukaan, komunikasi yang baik, ketepatan waktu, kesiapan menerima revisi, serta sopan santun, proses bimbingan bisa berjalan lebih lancar.
Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, tips ini bisa langsung dipraktikkan ketika pertemuan bimbingan. Hubungan yang baik dengan dosen pembimbing bukan hanya membantu menyelesaikan skripsi, tetapi juga menjadi bekal menghadapi dunia kerja. (Talitha Islamey)
Baca Juga :