Hal itu diungkap Direktur Keuangan PT Pertamina Hulu Energi, Bayu Kusuma Dewanto, kepada ribuan calon wisudawan lulusan program pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM). Berikut tips membangun karier buat lulusan pascasarjana.
Bayu menekankan pentingnya kegigihan dan membuka peluang dalam membangun karier profesional. “Nasib baik itu bisa dilatih. Salah satunya dengan memperbanyak silaturahmi agar berbagai kesempatan bisa terbuka,” beber Bayu dikutip dari laman ugm.ac.id, Kamis, 22 Januari2 206.
Ia menggambarkan membangun karier seperti orang berselancar di pantai. “Bekerjalah seperti berselancar, ikuti ombaknya. Jadilah solusi dan berikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita,” pesan dia.
Namun, dia mengingatkan agar para lulusan untuk tetap meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Sebab, di era disrupsi teknologi sekarang ini, kemampuan dalam menyelesaikan persoalan menjadi salah satu tolok ukur menjalani kehidupan di dunia kerja.
Ia mencontohkan salah satu tantangan yang dihadapi oleh PT Pertamina di tengah penurunan produksi minyak nasional. “Bukan hanya Pertamina, tetapi seluruh pemain minyak di Indonesia mengalami penurunan produksi nasional, sementara jumlah penduduk dan kebutuhan energi terus meningkat,” ungkap Bayu.
Dia menekankan pentingnya peran sumber daya manusia unggul dalam menjawab tantangan tersebut. “Kami membutuhkan tenaga ahli yang mampu memecahkan persoalan energi trilemma, bagaimana memproduksi dan mendistribusikan energi ke seluruh negeri,” kata dia.
Koordinator Departemen Penanggulangan Bencana Alam PP Kagama, Moch. Agus Ramli, menyampaikan lulusan baru dari UGM menjadi bagian dari keluarga besar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). Menurutnya, Kagama bukan sekadar identitas kealumnian, melainkan wadah untuk terhubung dan berkontribusi.
“Kagama bukan hanya tentang apa yang bisa kita dapatkan, tetapi juga apa yang bisa kita berikan. Sejalan dengan tagline Kagama: guyub, rukun, migunani”, tegas dia.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Arie Sujito, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan pascasarjana atas kepercayaan mereka memilih UGM sebagai tempat belajar dan berproses. Arie menegaskan UGM terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam penanganan persoalan kemanusiaan, termasuk membantu korban bencana di Sumatra.
Ia juga menekankan keterbukaan UGM untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak. “UGM terbuka untuk bekerja sama dengan instansi tempat para calon wisudawan bernaung, demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News