Fenomena ini dikenal juga sebagai post-holiday blues atau perasaan lesu, hilangnya semangat, atau kesulitan fokus setelah libur. Pakar Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Meita Santi Budiani, menekankan pentingnya strategi transisi yang terukur.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan refleksi terhadap capaian akademik sebelum libur. Mahasiswa perlu mengidentifikasi target yang sudah tercapai maupun agenda yang masih tertunda untuk memetakan prioritas baru.
“Penting untuk mengidentifikasi poin mana yang perlu dikejar dalam waktu dekat. Refleksi ini memberikan batasan yang jelas agar kita memiliki kompas untuk kembali fokus pada tujuan,” papar Meita dikutip dari laman unesa.ac.id, Kamis, 26 Maret 2026.
Dia juga menekankan pentingnya mereaktivasi motivasi diri. Mahasiswa diingatkan meninjau kembali alasan di balik setiap target akademik, terutama dengan kesiapan pascakampus.
Dunia kerja menuntut kemampuan bersaing dengan banyak individu yang memiliki prestasi serupa. Keunggulan kompetitif tidak cuma lahir dari nilai akademik, tetapi juga dari pengembangan soft skill dan keaktifan berorganisasi.
"Masa transisi ini adalah momentum tepat untuk kembali memacu potensi diri agar siap menghadapi kompetitor di masa depan,” ujar dia.
Meita mengatakan salah satu kunci mengatasi kemalasan pascalibur adalah self-awareness atau kesadaran diri. Mahasiswa yang memahami ritme kerja dan kondisi emosinya akan lebih mudah menentukan cara belajar yang efektif, termasuk mengatur waktu istirahat secara proporsional.
Dia menyarankan penggunaan Metode Pomodoro untuk membantu fokus yang belum stabil. Teknik ini dilakukan dengan fokus mengerjakan tugas selama 25 menit, diikuti istirahat singkat selama 5 menit secara berulang.
“Metode ini membantu kita tetap produktif tanpa merasa terbebani secara mental. Kita bisa mulai bekerja bertahap meskipun mood belajar belum sepenuhnya kembali normal,” tutur dia.
Mahasiswa diharapkan mampu membangun kembali energi positif melalui langkah-langkah reflektif dan teknik kerja yang praktis. Transisi yang tertata tidak hanya membantu penyelesaian tanggung jawab akademik, tetapi juga membentuk mentalitas yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News