Terutama, bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan tuntutan pekerjaan yang tidak berkurang. Dokter umum sekaligus penulis, dr. Gia Pratama, membagikan tips mencegah lemas saat berpuasa.
dr. Gia menekankan kunci utama kebugaran selama Ramadan terletak pada pemahaman puasa adalah momen membatasi kalori, bukan membatasi asupan nutrisi. Dia menyoroti pentingnya pemenuhan makronutrisi dan mikronutrisi seimbang.
"Kita harus sepakat bahwa puasa itu mengurangi kalori, bukan membatasi nutrisi. Kebutuhan nutrisi tetap harus dipenuhi, terutama protein sebesar 1 gram per kilogram berat badan dalam 24 jam," ujar dr. Gia dalam acara Media Gathering Frisian Flag bertajuk Ramadan Bersama Frisian Flag di Rusty Rabbit, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Dia menjelaskan asupan protein, kalsium, serta Vitamin D3 memegang peranan vital dalam menjaga struktur tulang dan fokus mental. Salah satu poin krusial adalah pentingnya asupan kalsium, terutama bagi ibu hamil karena kalsium pada anak berasal dari cadangan tulang sang ibu. Untuk memastikan kalsium terserap maksimal ke tulang, dibutuhkan peran Vitamin D3.
"Kalsium itu ibarat aspal untuk menambal tulang, dan Vitamin D3 adalah faktor yang membantu aspal tersebut menempel dengan cepat dan kuat," jelas dr. Gia.
Untuk menjaga fokus dan produktivitas, dr. Gia menyarankan pemenuhan mikronutrisi melalui sayur, buah, dan susu. Minum susu saat sahur dianggap sebagai cara termudah dan tercepat untuk memastikan cadangan energi dan nutrisi terjaga tanpa harus merasa lemas atau mengantuk di siang hari.
Senior Brand Manager Frisian Flag Indonesia, Claudya Delliawan, mengatakan Frisian Flag bisa menjadi jawaban pemenuhan mikronutrisi. Frisian Flag mengedepankan produk susu UHT yang mengandung 15 kali Vitamin D3 dan 4 kali kalsium.
Selain nutrisi, hidrasi sekitar 2.400 cc air per hari dan aktivitas fisik tetap diperlukan. dr. Gia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya melatih "otot jempol" untuk scrolling gadget selama puasa.
Dia merekomendasikan olahraga ringan seperti plank yang bisa dilakukan di rumah untuk menjaga kekencangan otot dengan prinsip use it or lose it. dr. Gia mengatakan puasa sebenarnya adalah momen luar biasa bagi tubuh.
Selama puasa, tubuh melakukan detoksifikasi melalui proses autofagi atau kondisi di mana sel-sel sehat membersihkan sel-sel yang sudah tua. Selain itu, organ hati mendapatkan waktu istirahat yang optimal untuk memperbaiki metabolisme kelompok.
Sebagai penyemangat bagi para peserta, dr. Gia menutup sesi dengan pesan inspiratif.
"Berusahalah untuk menjadi lebih baik cukup dari dirimu yang kemarin, tidak perlu merasa harus lebih baik dari orang lain,” pesan dia.
Diskusi ini sekaligus menjadi peluncuran kampanye Ramadan 2026 dari Frisian Flag yang berkomitmen mendukung kesehatan keluarga Indonesia melalui kecukupan gizi yang praktis dan berkualitas. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News