Ilustrasi/Freepik
Ilustrasi/Freepik

Jangan Asal Makan Buah Pas Buka Puasa! Ini Rekomendasi dari Ahli Gizi IPB

Citra Larasati • 22 Februari 2026 13:00
Ringkasnya gini..
  • Saat berbuka puasa agar segera mengisi kembali cadangan energi dengan sumber karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa.
  • Kedua jenis gula alami tersebut banyak ditemukan dalam buah-buahan.
  • Salah satu yang paling dianjurkan adalah kurma, yang memiliki kandungan fruktosa tinggi dan telah dianjurkan oleh Rasulullah Saw untuk dikonsumsi saat berbuka.
Jakarta: Berbuka puasa tak hanya sekadar melepas lapar dan dahaga, tetapi juga momen penting untuk memulihkan energi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa. Pemilihan makanan, khususnya buah, menjadi faktor utama agar tubuh kembali bertenaga dan tetap sehat selama menjalankan ibadah Ramadan.
 
Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Katrin Roosita, menjelaskan, selama berpuasa tubuh mengalami keterbatasan asupan energi, terutama glukosa yang merupakan sumber utama energi bagi otak.
 
Ketika cadangan glikogen di hati menipis, tubuh akan beralih menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif. “Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif,” tuturnya dalam siaran persnya, dikutip Sabtu, 21 Februari 2026.

Oleh karena itu, menurut Katrin, saat berbuka puasa agar segera mengisi kembali cadangan energi dengan sumber karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa. Kedua jenis gula alami tersebut banyak ditemukan dalam buah-buahan.
 
Salah satu yang paling dianjurkan adalah kurma, yang memiliki kandungan fruktosa tinggi dan telah dianjurkan oleh Rasulullah Saw untuk dikonsumsi saat berbuka. Ia menambahkan bahwa fruktosa memiliki keunggulan dibandingkan glukosa yang berasal dari gula tebu atau tepung.
 
“Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes,” ujarnya.
 
Selain itu, Katrin merekomendasikan buah dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan pepaya. Buah-buahan tersebut tidak hanya mengandung fruktosa, tetapi juga kaya akan air, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
 
“Pepaya, misalnya, mengandung beta-karoten sebagai provitamin A yang bermanfaat bagi tubuh,” ungkapnya.
 
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tidak semua buah cocok dikonsumsi saat perut kosong. Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena tingkat keasamannya yang tinggi dapat mengganggu lambung.
 
Durian juga perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi berpotensi memicu lonjakan glukosa darah. Sementara itu, nangka memiliki serat yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan kembung, serta salak perlu dikonsumsi dengan bijak dengan tetap mempertahankan lapisan putih kulit arinya.
 
Katrin juga menyarankan konsumsi buah dua hingga tiga porsi per hari, setara 100–150 gram. Pola konsumsi tersebut membantu memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, dan mineral.
 
Ia menegaskan, meskipun waktu makan selama Ramadan lebih singkat, asupan gizi tetap harus diperhatikan. “Agar tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang ibadah puasa,” tuturnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan