Udang windu. Dok Humas UI.
Udang windu. Dok Humas UI.

Tingkatkan Produktivitas Udang Windu, UI Kenalkan Pupuk Tambak Minametrik

Pendidikan peternakan Pendidikan Tinggi Universitas Indonesia
Arga sumantri • 13 November 2020 11:11
Depok: Empat dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) meramu Minametrik, sebuah pupuk tambak. Minametrik merupakan pupuk, suplemen, dan obat untuk pencegahan penyakit pada ikan dan udang.
 
Keempat dosen tersebut, yakni Mufti Petala Patria, Abinawanto, Retno Lestari, dan Wisnu Wardhana. Mereka memperkenalkan Minametrik kepada para petambak udang windu yang ada di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
 
Tidak hanya menyuplai Minametrik, keempat dosen bersama dengan tujuh mahasiswa FMIPA UI juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha 'semi intensif' kepada 30 petambak yang berlangsung dari Juni hingga September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program pendampingan usaha ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) yang berkolaborasi dengan Yayasan Pandu Cendekia. Ketua Tim Pengmas FMIPA UI, Mufti P. Patria mengatakan, pelaksanaan pendampingan usaha bagi petambak berangkat dari permasalahan rendahnya produktivitas panen udang windu.
 
"Maka melalui program tersebut, kami berharap dapat memberikan solusi atas permasalahan rendahnya produksi dalam negeri akan udang windu. Seluruh rangkaian program mencakup pemberian Minametrik, dan pengaplikasian teknik budidaya udang dengan sistem semi intensif, yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen udang," ujar Mufti mengutip siaran pers UI, Jumat, 13 November 2020.
 
Baca:Dosen IPB Paparkan Langkah Strategis Wujudkan Kedaulatan Pangan
 
Dosen Biologi di FMIPA UI menambahkan, udang windu atau penaeus monodon merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai jual yang tinggi, baik di dalam negeri maupun di pasar luar negeri. Udang windu memiliki harga jual tinggi jika dibandingkan dengan udang vaname yang berasal dari Amerika Selatan.
 
"Namun sayangnya, kuantitas produksi udang windu dalam negeri masih rendah. Salah satu penyebab rendahnya produksi udang windu dalam negeri adalah permasalahan di pemeliharaan di tambak," ungkapnya.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif