Teknologi Pemantauan Data Real Time.
Teknologi Pemantauan Data Real Time.

143,91 Juta Pemudik, Riset Ungkap Peran Data Real-Time di Balik Kelancaran Lebaran 2026

Citra Larasati • 13 Maret 2026 16:14
Ringkasnya gini..
  • Lebih dari 143 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama musim mudik Lebaran 2026.
  • Kondisi tersebut membuat pengelolaan arus lalu lintas dan keselamatan transportasi menjadi tantangan yang semakin kompleks.
  • Integrasi berbagai sumber data pemantauan juga memungkinkan pengembangan pusat pemantauan terintegrasi, seperti RTCC.
Jakarta: Lebih dari 143 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama musim mudik Lebaran 2026. Kondisi tersebut membuat pengelolaan arus lalu lintas dan keselamatan transportasi menjadi tantangan yang semakin kompleks. 
 
Sstem pemantauan real-time dan analitik cerdas semakin menjadi alat penting untuk membantu otoritas menjaga kesadaran situasional. Utamanya untuk merespons insiden dengan cepat selama periode perjalanan puncak.
 
Kementerian Perhubungan, memproyeksikan akan ada 143,91 juta orang, atau sekitar 50,6% dari populasi Indonesia, berpartisipasi dalam mudik Lebaran tahunan. Mobil pribadi diperkirakan tetap menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan dengan 76,24 juta pemudik, diikuti oleh sepeda motor dengan 24,08 juta pemudik dan bus yang mengangkut 23,34 juta penumpang.

Besarnya skala pergerakan ini memerlukan pemantauan yang akurat terhadap kondisi jalan, pusat transportasi, dan sistem transportasi publik untuk memastikan arus lalu lintas tetap dapat dikelola.
 
Country Manager Axis Communications Indonesia Johny Dermawan, mengatakan, teknologi pemantauan telah menjadi komponen penting dalam membantu pemangku kebijakan dan operator mengelola mobilitas selama periode lalu lintas padat. Johny menambahkan, teknologi pemantauan saat ini telah melampaui pengawasan tradisional. 
 
Sistem modern mampu menghasilkan data yang membantu otoritas memahami pola lalu lintas, mendeteksi insiden lebih awal, dan meningkatkan respons operasional.
 
Berdasarkan hasi riset atau laporan Thought Lab berjudul From Future Vision to Urban Reality, yang didukung oleh Axis Communications, menyoroti bahwa data real-time memainkan peran penting dalam mengelola mobilitas perkotaan. Data yang dihasilkan dari sistem pemantauan dapat membantu pemangku kebijakan di sektor transportasi mengoperasikan berbagai layanan secara lebih efektif, termasuk manajemen lalu lintas, sistem parkir, transportasi publik, dan platform mobilitas digital.
 
Ketersediaan data real-time juga memungkinkan berbagai inisiatif transportasi diuji melalui program percontohan sebelum diterapkan dalam skala yang lebih luas. Pendekatan ini memungkinkan pemangku kebijakan atau operator mengevaluasi efektivitas kebijakan dan menyempurnakan sistem berdasarkan data operasional yang andal.
 
Key Account Manager End Customer Axis Communications Vicky Gitasiswaya, menjelaskan, sistem pemantauan modern yang dilengkapi dengan analitik cerdas dapat mendukung berbagai fungsi operasional dalam lingkungan transportasi.
 
Salah satu contohnya adalah manajemen sinyal lalu lintas cerdas, di mana sistem pemantauan mengumpulkan data mengenai panjang antrean kendaraan di titik kemacetan. Data tersebut kemudian dapat dianalisis untuk mengoptimalkan waktu lampu lalu lintas dan mengurangi titik kemacetan.
 
Teknologi pemantauan juga dapat mendukung deteksi insiden secara cepat. Kamera yang dilengkapi dengan analitik dapat mengidentifikasi situasi yang tidak biasa seperti kendaraan yang berhenti di jalur aktif atau melakukan perubahan arah yang tidak normal.
 
“Analitik yang tertanam dalam kamera jaringan dapat secara otomatis mendeteksi situasi jalan yang tidak normal dan mengirimkan peringatan kepada operator. Hal ini memungkinkan otoritas merespons lebih cepat dan meminimalkan dampak insiden terhadap arus lalu lintas,” jelas Vicky.
 
143,91 Juta Pemudik, Riset Ungkap Peran Data Real-Time di Balik Kelancaran Lebaran 2026
Kamera Pemantau Real Time. Foto: Medcom
 
Selain pemantauan jalan, sistem kamera juga semakin banyak digunakan di dalam kendaraan transportasi seperti bus dan kereta, sehingga memungkinkan operator memantau aktivitas dari berbagai sudut secara real-time, bahkan ketika kendaraan sedang bergerak. Ketika diintegrasikan dengan jaringan pemantauan yang lebih luas, sistem ini memberikan gambaran situasional yang lebih komprehensif dan memungkinkan koordinasi yang lebih cepat selama insiden terjadi.
 
Integrasi berbagai sumber data pemantauan juga memungkinkan pengembangan pusat pemantauan terintegrasi, seperti Real-Time Crime Centers (RTCC). 
 
Dengan menggabungkan data dari kamera, radar, perangkat audio, dan analitik cerdas, pemangku kebijakan atau operator dapat memperoleh gambaran operasional yang lebih jelas dan mengkoordinasikan respons secara lebih efektif.
Lebih lanjut Johny Dermawan mengatakan, meningkatnya adopsi sistem pemantauan berbasis data menjadi semakin penting dalam mendukung pengelolaan mobilitas berskala besar.
 
“Melalui teknologi pemantauan dan analitik berbasis jaringan, para pemangku kepentingan di sektor transportasi dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Pendekatan berbasis data seperti ini sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas selama periode perjalanan puncak seperti musim mudik Lebaran,” ujar Johny.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan