Ilustrasi daging kurban. Foto: Medcom
Ilustrasi daging kurban. Foto: Medcom

Mitos vs Fakta: Cara Olah dan Simpan Daging Kurban yang Benar ala Pakar IPB

Citra Larasati • 26 Mei 2026 18:20
Ringkasnya gini..
  • Melimpahnya daging kurban kerap membuat seluruh bagian tidak dapat langsung diolah dalam satu waktu.
  • Untuk itu dibutuhkan cara yang benar dalam mengolah hingga menyimpan daging kurban.
  • Daging sebaiknya dimasak hingga matang sempurna, baik dengan cara direbus, dipanggang, dibakar, maupun digoreng.
Jakarta: Tradisi Iduladha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Namun, melimpahnya daging kurban kerap membuat seluruh bagian tidak dapat langsung diolah dalam satu waktu.
 
Untuk itu, penanganan dan penyimpanan yang tepat menjadi hal penting untuk menjaga kualitas serta keamanan daging kurban. Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Dr Tuti Suryati, membagikan sejumlah panduan dalam menyimpan dan mengolah daging kurban secara benar.
 
“Ada beberapa langkah penanganan awal pada daging kurban yang baru diterima sebelum diolah ataupun disimpan,” jelas Tuti dalam siaran pers IPB, dikutip Selasa, 26 Mei 2026.

Pisahkan Daging dengan Jeroan

Tuti menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan daging dan jeroan. Selanjutnya, daging dan jeroan dicuci menggunakan air bersih, terutama apabila terdapat kotoran seperti tanah, pasir, kerikil, maupun rumput yang menempel.

“Setelah dicuci, daging perlu ditiriskan hingga tidak ada lagi air yang menetes di permukaannya. Daging kemudian dikemas sesuai kebutuhan, misalnya per 250 gram atau 500 gram, menggunakan plastik transparan yang tidak berbau. Sementara itu, jeroan sebaiknya sudah dimasak terlebih dahulu apabila ingin disimpan dalam kondisi beku,” tuturnya.
 
Lanjutnya, daging kurban dapat langsung diolah, disimpan dalam suhu dingin di kulkas (refrigerator), maupun dibekukan di freezer. Terkait penyimpanan di kulkas, Tuti menyarankan agar daging disimpan dalam kondisi beku di freezer dan dikemas berdasarkan porsi kebutuhan sajian.
 
“Olahan daging dapat disimpan beku dalam kemasan sesuai porsi per sajian keluarga dan sebelum disajikan. Sebelum dimasak, daging beku harus di-thawing dengan cara yang benar dan dipanaskan,” ungkap dosen Fakultas Peternakan IPB University tersebut.
 
Ia menerangkan, proses thawing atau penyegaran kembali dapat dilakukan di dalam kulkas. Cara lain yang dapat dilakukan adalah merendam daging dalam air dingin tanpa membuka kemasannya, meletakkannya di papan besi khusus yang higienis, atau menggunakan microwave.
 
Tuti mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan thawing daging beku pada suhu ruang tanpa kemasan. Ia juga menekankan untuk tidak membekukan kembali daging yang sudah di-thawing.
 
Selain penyimpanan, Tuti turut membagikan strategi pengolahan daging kurban yang tepat. Ia menyarankan agar daging tidak dimasak dalam kondisi masih beku karena dapat menyebabkan tekstur menjadi alot.
 
“Penggunaan bumbu kaya antioksidan serta teknik memasak dengan suhu dan waktu yang cukup juga dianjurkan untuk menghasilkan olahan yang lebih sehat dan lezat,” ucapnya.
 
Ia menambahkan, daging sebaiknya dimasak hingga matang sempurna, baik dengan cara direbus, dipanggang, dibakar, maupun digoreng. Namun, masyarakat perlu menghindari memasak daging hingga gosong, terutama pada olahan sate atau daging bakar.
 
Untuk menghasilkan daging sate yang lebih empuk, Tuti menyarankan penggunaan parutan nanas atau membungkus daging dengan daun pepaya sebelum dimasak. Sementara itu, untuk daging kurban yang telah disimpan beku, proses penyegaran dapat dilakukan dengan merendam daging yang masih berada di dalam kemasan ke dalam air dingin hingga kembali segar sebelum diolah sesuai kebutuhan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA