Purwarupa mesin pemberi pakan ternak buatan mahasiswa ugm. Foto: UGM/Humas.
Purwarupa mesin pemberi pakan ternak buatan mahasiswa ugm. Foto: UGM/Humas.

Smart Feeder, Mesin Pemberi Pakan Ternak Efisien Buatan Mahasiswa UGM

Pendidikan inovasi Riset dan Penelitian UGM
Arga sumantri • 17 September 2021 10:32
Yogyakarta: Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan purwarupa mesin pemberi pakan ternak ayam broiler otomatis. Biaya operasional mesin ini disebut lebih murah daripada mesin yang sudah beredar di pasaran.
 
Mesin diberi nama Smart Feeder Based on Piezoelectric System. Inovasi Smart Feeder ini masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karya Cipta (KC) yang lolos pendanaan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun ini.  
 
Inovasi ini dirancang empat mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu di UGM. Mereka ialah Reginald Jerian Pratama dan Luthfan Darmawan dari Fakultas Teknik, Iqbal Wahdan Salsabil dari Fakultas Peternakan, Rindi Eliza Arta dari Fakultas MIPA, serta Rhiza Perdana Aldeansyah dari Sekolah Vokasi. Mereka dibimbing Ir. Bambang Sugiyantoro. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inovasi Smart Feeder Based on Piezoelectric System hadir sebagai solusi pendistribusian pakan yang murah, namun tetap fungsional," ujar salah satu anggota tim, Iqbal Wahdan Salsabil, mengutip siaran pers UGM, Jumat, 17 September 2021.
 
Baca: Mahasiswa UNS Ciptakan Alat Uji Hand Sanitizer Berbasis IoT
 
Ia menjelaskan, semua sumber energi yang memfungsikan Smart Feeder berasal dari tranduser piezoelektrik. Dengan tranduser piezoelektrik, mesin ini kemudian mampu mengubah pijakan kaki ayam broiler menjadi listrik.  
 
Iqbal menjelaskan bahwa biaya operasional terbesar beternak ayam broiler selama ini adalah beban listriknya. Oleh karena itu, usaha beternak ayam broiler hanya dapat dilakukan orang-orang yang mempunyai modal besar dan mereka berasal dari negara-negara luar. 
 
Biaya besar itu pula yang membuat lebih dari 90 persen pangsa pasar ayam broiler didominasi asing. Biaya operasional yang sangat tinggi menyebabkan peternak nasional hanya mampu bermain di ayam kampung. 
 
"Padahal, tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia makin tahun kian meningkat. (Oleh sebab itu) diperlukan inovasi teknologi tepat guna dalam mengurangi besarnya operasional pemeliharaan (tersebut)," tambah Iqbal.
 
Selain memiliki biaya operasional yang lebih murah, Smart Feeder Based on Piezoelectric System tersebut dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan, sensor kualitas udara, serta sensor sisa pakan, sehingga mampu mengatur kuantitas pakan sesuai jadwal dan kebutuhan. Mesin ini juga dapat dipantau dengan menggunakan gawai karena turut dilengkapi dengan teknologi wireless.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif