Alat uji kadar alkohol dan pH dalam hand sanitizer buatan mahasiswa UNS. Foto: Dok Humas UNS>
Alat uji kadar alkohol dan pH dalam hand sanitizer buatan mahasiswa UNS. Foto: Dok Humas UNS>

Mahasiswa UNS Ciptakan Alat Uji Hand Sanitizer Berbasis IoT

Pendidikan inovasi Riset dan Penelitian Perguruan Tinggi UNS
Arga sumantri • 17 September 2021 08:07
Surakarta: Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berinisiatif membuat alat penguji kadar alkohol dan pH penyanitasi tangan berbasis Internet of Think (IoT) yang diberi nama Handsiot. Ide ini muncul melihat fakta adanya produk penyanitasi tangan yang memiliki kandungan alkohol dan derajat pH yang jauh dari standar. 
 
"Salah satu cara untuk membersihkan tangan yaitu menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol dan derajat pH yang optimal. Namun, masih banyak hand sanitizer yang beredar di pasaran memiliki kandungan alkohol dan derajat pH yang jauh dari standar yang telah ditetapkan," ujar Ketua Tim, Geovani Rahmad Illahi, mengutip siaran pers UNS, Jumat, 17 September 2021.
 
Selain Geovani (S1 Teknik Elektro), tim tersebut beranggotakan Hayyan Yusuf (S1 Teknik Elektro), Diah Anggi Munika (S1 Teknik Kimia), Yuki Martha Anggraini (S1 Teknik Kimia), Hibatul Wafi Ah Fahrudin (S1 Kedokteran). Tim membuat alat detektor kadar alkohol dan pH penyanitasi tangan yang dapat dioperasikan melalui ponsel pintar (smartphone). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya praktis karena dapat dioperasikan menggunakan ponsel pintar, alat ini juga ringkas dan berukuran kecil sehingga mudah dibawa ke mana pun.
 
"Keunggulan Handsiot yaitu mampu menampilkan data secara cepat dan akurat dengan sistem IoT yang dapat terhubung ke ponsel pintar. Selain itu, alat ini memiliki ukuran yang tidak terlalu besar sehingga lebih mudah dibawa dan praktis," jelasnya.
 
Baca: Mahasiswa UB Sulap Limbah Makanan dan Ternak Jadi Pupuk Bio Organik
 
Alat ini dirancang dengan memanfaatkan metode kromatografi dalam mengukur kadar alkohol. Kromatografi merupakan salah satu teknik pemisahan senyawa yang berada dalam larutan berdasarkan perbedaan distribusi pergerakan yang terjadi di antara fase gerak dan fase diam. 
 
Sementara itu, tim ini menggunakan metode elektrolisis dalam mengukur derajat pH pada cairan penyanitasi tangan dengan memanfaatkan aliran elektron yang mengalir pada senyawa.
 
Tim yang dibimbing dosen Teknik Elektro UNS, Feri Adriyanto itu berharap penggabungan dua metode tersebut ditambah dengan penerapan IoT mampu memudahkan masyarakat dalam menentukan penyanitasi tangan dengan kadar alkohol dan derajat pH yang optimal. Karya inovatif ini diusulkan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan berhasil lolos serta mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebesar Rp9,8 juta.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif