Tulang ikan sotong bermanfaat untuk mengisi decet tulang. Dok Unair
Tulang ikan sotong bermanfaat untuk mengisi decet tulang. Dok Unair

Tulang Ikan Sotong Bermanfaat Sebagai Obat Cacat Tulang

Arga sumantri • 25 Desember 2020 14:51
Surabaya: Dosen Universitas Airlangga (Unair)  Aminatun bersama tim memanfatkan tulang sotong sebagai bahan pengisi tulang. Tulang sotong diketahui mengandung 85 persen kalsium karbonat (CaCO3) yang merupakan komponen utama mineral hidroksiapatit (HA).
 
Dosen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Unair itu mengatakan, selama ini tulang sotong hanya dipakai sebagai pakan burung karena kandungan kalsiumnya. 
 
"Kandungan kalsium pada tulang ikan sotong sangat besar, maka untuk meningkatkan kemanfaatan dari ikan sotong ini, tercetus ide untuk menggunakannya sebagai material pengisi defect tulang," kata Aminudin mengutip siaran pers Unair, Jumat, 25 Desember 2020.

Penelitian tulang ikan sotong ini telah berjalan selama delapan tahun. Penelitian dimulai dengan mencari parameter proses optimum pembuatan HA melalui metode hidrotermal dengan mencampur kasium karbonat (CaCO3) tulang sotong dengan ammonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4). 
 
Dengan metode tersebut, diperoleh parameter proses optimum yaitu pemanasan pada suhu 200 derajat Celsius selama 12 jam dan dilanjutkan proses sintering pada suhu 900 derajat Celsius selama satu jam.
 
"HA yang dihasilkan dari sintesis ini layak diaplikasikan sebagai bone graft, karena nilai viabilitas sel lebih dari 80 persen, nilai kuat tekan tertinggi (11.799 ±0.00057) MPa (Mega Pascal, Red), sehingga bahan HA dari tulang sotong ini layak diaplikasikan pada tulang cancelous," jelasnya.
 
Tahapan berikutnya, adalah membuat ukuran HA menjadi berukuran nano melalui metode high energy milling (HEM). Selain untuk memperkecil ukuran partikel, HEM juga membuat struktur permukaan HA menjadi lebih baik. Dengan begitu, dapat mempercepat proses osteokonduksi dan osteointegrasi, serta menstimulasi aktivitas osteoblast untuk pembentukan sel-sel tulang yang baru.
 
 

"Dari proses milling sembilan jam dihasilkan ukuran partikel terkecil hingga 65 nm. Hasil uji viabilitas sel menunjukkan bahwa nanoHA tidak toksik dengan nilai viabilitas sel lebih dari 80 persen," ujarnya.
 
Selanjutnya, untuk mengembangkan fungsi HA tulang sotong, riset dilanjutkan dengan membuat scaffold tulang yang berasal dari komposit bahan HA tulang sotong dengan berbagai jenis polimer. Scaffold merupakan komponen utama dalam rekayasa jaringan yang berfungsi sebagai template untuk interaksi sel dan pembentukan matriks ekstraseluler tulang yang memberikan dukungan struktural untuk pembentukan jaringan baru.
 
Bahan polimer yang digunakan antara lain kitosan (Ch), kondroitin sulfat dan carboxylmethyl cellulose (CMC). Penambahan polimer kitosan ke dalam  hidroksiapatit akan menyebabkan ukuran pori semakin besar. Selain itu kitosan juga memiliki sifat biokompatibel, biodegradabel dan anti bakterial.
 
Sedangkan, kondroitin sulfat menyebabkan peningkatan remodeling tulang dan pembentukan tulang baru. Carboxymethyl cellulose (CMC)  memiliki muatan yang berlawanan dengan Ch sehingga CMC dapat berikatan kuat dengan Ch dan terjadi ikatan ion serta adanya cross link antar ikatan.
 
Ia menerangkan, komposisi terbaik komposit nHA:Ch: kondroitin sulfat adalah 60: 35:5 (weight persen) dengan ukuran pori 80-191 µm, porositas sebesar 79,43 persen, nilai kuat tekan sebesar 4,6734 MPa dan persentase massa hilang sebesar 17,74 persen selama empat minggu. Hasil terbaik dari komposit nHA:Ch:CMC yaitu 40:50:10 (wt persen) yang memiliki rentang ukuran pori 92,10 – 136,00 µm, nilai porositas 49,77 persen, compressive strength 3,9 MPa serta persen massa hilang pada minggu ke-4 sebesar 29,92 persen.
 
"Dapat disimpulkan bahwa scaffold dari kedua jenis komposit ini berpotensi untuk digunakan sebagai tempat tumbuhnya sel tulang dengan porositas dan compressive strength yang memadai serta tidak bersifat toksit," tambahnya.
 
Setelah itu, menjadikan HA sebagai bahan pelapis implan logam SS316L, paduan kobalt dan paduan titanium. Pelapisan HA ini dimaksudkan untuk membentuk integrasi antara tulang dengan material implan logam, khususnya implan logam yang ditanam secara permanen di dalam tubuh.
 
Aminatun menambahkan, sejauh ini pihaknya masih mencari metode pelapisan yang efektif dan sederhana. Di antaranya, metode dip coating, electrophoretic deposition, dan airbrush spray.
 
 

Uji Coba
 
Pada tahapan uji ini dilakukan pemberian serbuk HA tulang sotong pada tikus putih dalam waktu empat dan delapan minggu. Pengujian dilakukan untuk mengetahui respon jaringan inflamasi, proliferasi sel, pembentukan kalus, penulangan kalus (osifikasi) dan remodeling tulang. 
 
Hasil uji membuktikan HA tulang sotong berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tulang dengan terbentuknya osteoblas, osteoklas, woven bone, lamellar bone, sistem havers sampai terjadi bone repair. Pemberian HA berpengaruh terhadap waktu penyembuhan. 
 
"Waktu penyembuhan terbaik pada pembentukan tulang terjadi pada hari ke 56 (8 minggu). Semakin lama waktu penyembuhan, semakin terbentuk tulang baru atau terjadi regenerasi secara sempurna," tambahnya.
 
Selanjutnya, dilakukan uji pada kelinci untuk mengetahui pengaruh scaffold komposit nHA:Ch: kondroitin sulfat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa berdasarkan pemeriksaan whole blood, maka scaffold komposit nHA:Ch: kondroitin sulfat tidak mempengaruhi timbulnya inflamasi pada proses pertumbuhan tulang.
 
"Proses pertumbuhan sel osteoblast, woven bone, lamellar bone, sistem havers sampai terjadi bone repair, berjalan dengan baik seiring dengan pertambahan masa uji coba hingga 56 hari," ujarnya.
 
Penelitian tersebut dilakukan bekerja sama dengan departemen Biologi UNAIR, Fakultas Kedokteran Gigi Unair, Departemen Orthopedik dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Unair, dan prodi Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM).
 
"Harapannya riset ini bisa dilanjutkan untuk uji preklinis-klinis dan siap untuk dimanfaatkan langsung pada manusia yang membutuhkan," ungkapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA