GeNose inovasi UGM untuk alat deteksi covid-19 dengan menggunakan embusan napas. Foto Dok. UGM
GeNose inovasi UGM untuk alat deteksi covid-19 dengan menggunakan embusan napas. Foto Dok. UGM

Refleksi 1 Tahun Covid-19: Deretan Inovasi Kampus Selama Pandemi

Pendidikan riset inovasi Riset dan Penelitian covid-19 Perguruan Tinggi Satu Tahun Covid-19
Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 Maret 2021 10:33
Jakarta: Setahun sudah pandemi covid-19 melanda Indonesia. Wabah ini merepotkan semua lini, tak terkecuali pendidikan tinggi, termasuk riset dan inovasi.
 
Namun, dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi kampus segera bangkit. Mereka bergerak cepat melakukan penelitian dan menghasilkan inovasi di awal-awal pandemi.
 
Hingga kini, sudah banyak inovasi dari perguruan tinggi yang digunakan selama pandemi covid-19 di Indonesia. Mulai dari alat pelindung diri (APD), Ventilator, sampai dengan alat pendeteksi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut deretan inovasi perguruan tinggi selama pandemi covid-19:

1. APD Pelindung Wajah Teknologi Respirator Pemurni Udara

Tim Ahli dan Peneliti Universitas Indonesia (UI) mengembangkan purwarupa Alat Pelindung Diri (APD) dalam bentuk pelindung wajah dengan menggunakan teknologi Respirator Pemurni Udara Bertenaga Baterai (RPUBB) atau Powered Air Purifying Respirator.
 
Refleksi 1 Tahun Covid-19: Deretan Inovasi Kampus Selama Pandemi
(APDPowered Air Purifying Respirator UI foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha)
 
Alat ini mampu bekerja selama enam jam secara terus-menerus dan dapat disematkan pada tas atau ikat pinggang khusus dalam pengoperasiannya. APD hasil inovasi UI ini diharapkan mampu melindungi para tenaga medis yang tengah bertugas merawat para pasien covid-19.
 
Baca: Tiga Produk Ini Jadi 'Super' Prioritas Riset Nasional 2021

2. Vent-I

Ventilator menjadi salah satu alat yang paling dicari saat pandemi. Bahkan, ketersediaannya sangat terbatas karena banyak yang pasien covid-19 yang membutuhkan.
 
Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan YPM Salman ITB dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) mengembangkan ventilator portabel yang dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis.
Refleksi 1 Tahun Covid-19: Deretan Inovasi Kampus Selama Pandemi
(Ventilator portabel buatan ITB. Foto: Dok. ITB)
 
Vent-I telah dinyatakan lolos uji produk oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan pada April 2020 lalu.
 
Saat ini, Vent-I sudah mulai diproduksi massal setelah diluncurkan secara resmi oleh Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) pada Januari 2021.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif