Guru Besar FMIPA UI Agustino Zulys. Foto: Instagram @prof.zulys
Guru Besar FMIPA UI Agustino Zulys. Foto: Instagram @prof.zulys

5 Mitos Air Zamzam, Guru Besar UI Jelaskan Secara Sains

Ilham Pratama Putra • 06 Oktober 2026 13:24
Ringkasnya gini..
  • Guru Besar UI membantah klaim zamzam terbukti menyembuhkan kanker.
  • Studi pada tikus menemukan efek menarik zamzam terhadap kolesterol dan asam urat.
  • Klaim satu tetes zamzam mengubah air biasa menjadi zamzam tidak berlaku secara kimia.
Jakarta: Air zamzam kerap dikaitkan dengan berbagai klaim ilmiah dan kesehatan. Mulai dari disebut mampu membunuh sel kanker, menurunkan kolesterol, hingga satu tetesnya dipercaya dapat mengubah air biasa menjadi zamzam. 

Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia (UI) Agustino Zulys mengingatkan tidak semua klaim tersebut didukung bukti ilmiah yang memadai. Ia menekankan pentingnya membedakan antara keutamaan zamzam dalam konteks keimanan dan klaim yang dapat dibuktikan melalui metode ilmiah.

Berikut sejumlah mitos dan klaim tentang zamzam secara sains:

5 Mitos Air Zamzam

Zamzam Mampu Menyembuhkan Kanker

Sejumlah penelitian telah menguji efek air zamzam terhadap sel kanker. Penelitian in vitro, antara lain, melaporkan adanya penurunan viabilitas atau perubahan proses apoptosis dan siklus sel pada beberapa jenis sel kanker.

Namun, penelitian tersebut dilakukan di laboratorium terhadap sel, bukan kepada pasien kanker. Artinya, belum ada penelitian secara langsung terkait manfaat air zamzam kepada penderita kanker. 

"Artinya, penelitian dilakukan terhadap sel di laboratorium, bukan pasien kanker yang kemudian sembuh setelah minum zamzam," kata Zulys melalui youtube Prof. Agustino Zulys dikutip Selasa 6 Oktober 2026.

Menurutnya, banyak bahan kimia yang dapat menunjukkan kemampuan menghambat sel kanker dalam cawan laboratorium. Tetapi tidak semuanya kemudian terbukti menjadi obat ketika diuji pada organisme hidup atau manusia.

"Karena itu, klaim bahwa zamzam terbukti menyembuhkan kanker belum didukung bukti klinis yang memadai," jelasnya.

Air Zamzam Menurunkan Kolesterol dan Asam Urat

Ada pula penelitian yang menunjukkan hasil menarik terkait konsumsi zamzam. Dalam penelitian tersebut, tiga kelompok air, yakni air keran, air distilasi, dan air zamzam, diuji pada tikus.

Masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor tikus dan diberikan perlakuan selama 90 hari. Kelompok yang mengonsumsi zamzam dilaporkan memiliki kadar asam urat lebih rendah. 

Kadar kolesterol dan trigliserida juga dilaporkan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Meski demikian, Zulys mengingatkan penelitian tersebut hanya melibatkan 18 tikus.

Artinya, temuan pada hewan belum dapat langsung dianggap sebagai bukti bahwa konsumsi zamzam akan memberikan efek yang sama pada manusia. "Evidence-nya pada tikus bukan berarti terbukti pada manusia," ujarnya.

Ia menyebut hasil penelitian tersebut lebih tepat dipandang sebagai sinyal biologis. Dengan begitu diperlukan penelitian lanjutan, bukan sebagai resep pengobatan.  

Air Zamzam Bebas Bakteri


Klaim bahwa Zamzam tidak mengandung bakteri juga memiliki dasar dari penelitian tertentu, tetapi perlu dibaca secara hati-hati. Zulys mengungkap, terdapat paper yang menguji tiga sampel air zamzam menggunakan media CLED agar yang diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37 derajat Celsius. 

Dalam pengujian tersebut, tidak ditemukan pertumbuhan bakteri. Namun, hasil dari tiga sampel tersebut tidak bisa digeneralisasi bahwa setiap air zamzam, kapan pun dan di mana pun, pasti mustahil mengandung mikroorganisme.

"Yang bisa kita katakan: sampel yang diuji dalam penelitian tersebut tidak menunjukkan pertumbuhan bakteri dengan metode yang digunakan," jelasnya.
 
WhatsApp Image 2026-10-06 at 11_47_21 AM
Ilustrasi Sumur Air Zamzam. Youtube Prof Zulys


Satu Tetes Zamzam Bisa Mengubah Air Biasa Menjadi Zamzam


Klaim satu tetes zamzam dapat membuat seluruh air biasa berubah menjadi zamzam juga dibantah dari sisi kimia. Ketika zamzam dicampurkan dengan air biasa, komposisi fisik dan kimia campuran akan berubah. 

Mineral yang berasal dari zamzam tidak akan bertambah konsentrasinya hanya karena dicampur dengan air dalam jumlah lebih banyak. Sebaliknya, terjadi proses pengenceran terhadap tetesan air Zamzam.

Zulys mengibaratkannya seperti satu sendok kopi yang dimasukkan ke dalam satu teko air. Air dalam teko tidak serta-merta berubah menjadi espresso.

Menurutnya, persoalan keberkahan ketika mencampurkan zamzam merupakan ranah keagamaan. Namun, hal tersebut tidak dapat diterjemahkan menjadi klaim kimia bahwa seluruh campuran memiliki komposisi yang identik dengan air zamzam asli.

Zamzam Memiliki Struktur Molekul yang Berbeda

Air zamzam tetap memiliki struktur dasar H2O, sama seperti air lainnya. Menurut Zulys, perbedaan zamzam bukan terletak pada molekul airnya, melainkan zat-zat yang terlarut di dalamnya.

Zamzam relatif kaya mineral, seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium, bikarbonat, serta sejumlah unsur jejak. Kandungan tersebut berkaitan dengan proses air tanah yang berinteraksi dengan batuan selama perjalanan menuju sistem sumur.

Ia juga menyinggung klaim mengenai kristal air zamzam yang disebut memiliki bentuk geometris khusus. Hingga kini, menurutnya, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa keberkahan zamzam menghasilkan struktur molekul H2O yang berbeda dari air lainnya.

Zulys menegaskan pelurusan klaim ilmiah ini bukan dimaksudkan untuk mengurangi kedudukan zamzam bagi umat Islam. Bagi seorang muslim, keistimewaan zamzam berkaitan dengan sejarah, hadis, dan kedudukannya dalam ibadah. 

Sementara sains dapat menguji hal-hal seperti kandungan mineral, pH, hidrogeologi, mikrobiologi, toksikologi, dan efek biologisnya. "Zamzam tidak membutuhkan hoaks agar menjadi mulia," tegasnya.

Menurut Zulys, agama dan sains tidak harus dipertentangkan. Yang menjadi masalah adalah ketika metodologi keduanya dicampur secara sembarangan.

"Iman yang kuat tidak takut kepada sains, dan sains yang jujur tidak perlu dipaksa untuk membuktikan iman," pungkasnya. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan