Inovasi Fapet UGM Restraining Box. DOK UGM
Inovasi Fapet UGM Restraining Box. DOK UGM

Apa Itu Restraining Box? Kenali Alat Canggih Fapet UGM Bikin Sapi Kurban Penurut dan Tenang

Renatha Swasty • 27 Mei 2026 18:03
Ringkasnya gini..
  • Restraining box adalah sebuah alat berbentuk kotak atau kandang khusus yang dirancang untuk menahan dan menstabilkan posisi ternak.
  • Alat ini berfungsi mengarahkan sapi masuk ke dalam ruang terbatas sehingga gerak hewan dapat dikontrol dengan aman tanpa direbahkan paksa.
  • Portable restraining box mampu meningkatkan efisiensi proses pemotongan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ternak.
Jakarta: Hari Raya Iduladha selalu menjadi momen yang dinantikan oleh umat Islam sebagai bentuk ibadah dan berbagi kepada sesama. Di balik kemuliaan ibadah kurban tersebut, terdapat tantangan teknis yang kerap luput dari perhatian, yaitu proses penanganan dan penyembelihan hewan kurban yang aman, manusiawi, dan sesuai standar kesejahteraan hewan.
 
Kenyataan di lapangan menunjukkan sebagian besar pemotongan sapi kurban masih dilakukan di luar Tempat Pemotongan Hewan (TPH) dengan fasilitas yang sangat terbatas. Kondisi ini sering kali memicu berbagai permasalahan, mulai dari sapi sulit dikendalikan, petugas berisiko mengalami kecelakaan, hingga kualitas daging menurun akibat stres berlebih yang dialami hewan sebelum disembelih.
 
Proses perebahan sapi secara konvensional yang melibatkan banyak orang dan dilakukan dengan paksa terbukti menimbulkan tekanan fisik maupun psikis yang besar pada hewan. Selain berpotensi menyebabkan luka pada ternak, metode tersebut juga kerap membahayakan keselamatan para petugas penyembelihan yang terlibat langsung di lapangan.

Merespons persoalan nyata tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menghadirkan sebuah inovasi teknologi bernama Gama Abilawa Portable Restraining Box. Alat ini digagas sebagai solusi praktis untuk mempermudah proses penanganan sapi kurban secara aman dan manusiawi di berbagai lokasi, termasuk di tempat yang tidak memiliki fasilitas TPH permanen.

Apa Itu Restraining Box?

Restraining box adalah sebuah alat berbentuk kotak atau kandang khusus yang dirancang untuk menahan dan menstabilkan posisi ternak, khususnya sapi, sebelum proses penyembelihan dilakukan. Alat ini berfungsi mengarahkan sapi masuk ke dalam ruang terbatas sehingga gerak hewan dapat dikontrol dengan aman tanpa perlu direbahkan paksa atau diikat menggunakan cara-cara konvensional yang berisiko menyakiti hewan maupun petugas.
 
Dengan menggunakan restraining box, sapi dapat ditempatkan dalam posisi stabil dan tenang sebelum disembelih. Kondisi ini meminimalkan stres pada hewan sekaligus memperkecil risiko kecelakaan yang kerap terjadi saat proses perebahan berlangsung.
 
"Kasus yang sering dijumpai di lapangan adalah kecelakaan petugas penyembelih maupun ternak yang mengalami luka akibat proses perebahan yang tidak tepat. Dengan restraining box ini, sapi lebih mudah ditangani dan proses penyembelihan bisa dilakukan dengan lebih aman," jelas dosen Fapet UGM, Panjono, dikutip dari laman fapet.ugm.ac.id, Rabu, 27 Mei 2026.
 

Mengapa Disebut Portable?

Keunggulan utama inovasi yang dikembangkan Fapet UGM ini terletak pada sifatnya yang portabel atau mudah dipindahkan. Alat ini dirancang agar kompatibel dan dapat digunakan di berbagai lokasi yang tidak memiliki fasilitas TPH permanen, sehingga cocok digunakan oleh panitia kurban di berbagai daerah, termasuk di permukiman warga, masjid, maupun lapangan terbuka.
 
Desain portabel ini menjadikannya solusi yang sangat relevan mengingat sebagian besar pemotongan sapi kurban di Indonesia selama ini masih banyak dilakukan di luar TPH dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Terbukti Tingkatkan Efisiensi hingga 52,5%

Pengembangan alat ini telah dimulai sejak 2019 dan terus disempurnakan setiap tahun berdasarkan evaluasi lapangan. Hasilnya cukup signifikan, penggunaan portable restraining box terbukti mampu mempercepat proses pemotongan hingga 52,5 persen serta mengurangi jumlah personel yang dibutuhkan secara drastis.
 
Apabila sebelumnya proses perebahan dan penanganan sapi memerlukan banyak orang, kini proses tersebut cukup ditangani oleh sekitar lima personel dengan risiko yang jauh lebih rendah. Selain efisiensi waktu dan tenaga, alat ini juga dinilai mampu menekan tingkat stres hewan sehingga berdampak langsung pada kualitas daging yang lebih baik.
 
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa portable restraining box mampu meningkatkan efisiensi proses pemotongan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ternak. Tingkat stres sapi dapat ditekan sehingga kualitas daging menjadi lebih terjamin," ujar Panjono.
 
Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Fapet UGM dalam mendorong penerapan teknologi peternakan yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan secara ilmiah dan berkelanjutan. (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA