Ilustrasi rancangan desain PLTN dengan bahan bakar Thorium oleh Tim Inventhor ITS. Foto: Dok Humas ITS.
Ilustrasi rancangan desain PLTN dengan bahan bakar Thorium oleh Tim Inventhor ITS. Foto: Dok Humas ITS.

Mahasiswa ITS Gagas Penggunaan Thorium Sebagai Bahan Bakar PLTN

Arga sumantri • 12 Januari 2021 17:52

"Efisiensi konversinya menjadi energi listrik sendiri dapat mencapai 50 persen, dibandingkan Uranium yang hanya 30 persen," jelasnya.
 
Nilai tersebut, lanjut Michael, merupakan yang terbesar dibandingkan pembangkit listrik lainnya, sehingga menghasilkan limbah padat radioaktif yang lebih sedikit. Ia mengatakan, reaktor PLTN memanfaatkan reaksi fisi dari senyawa radioaktif yang menghasilkan steam sebagai penggerak turbin untuk produksi listrik. 
 
"Dalam hal ini, Thorium lebih aman karena reaksi fisinya tidak membentuk senyawa yang berpotensi disalahgunakan untuk bom nuklir," ungkapnya.

Baca: Tim Riset Vaksin Unpad Rekomendasikan Sinovac Kantongi EUA
 
Penggunaan Thorium, menurut Michael, juga berkenaan dengan melimpahnya cadangan Thorium di Indonesia. Ia menambahkan, hasil eksplorasi yang dilakukan Pusat Sumber Daya Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan adanya cadangan Monasit (mineral yang mengandung Thorium) terbesar di daerah Kepulauan Bangka Belitung. 
 
"Kadar Thorium-nya sangat besar, berkisar antara 62,9 – 85,7 ppm per gram," bebernya.
 
 
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA