Ilustrasi Sumur Air Zamzam. Foto: Youtube Prof. Zulys
Ilustrasi Sumur Air Zamzam. Foto: Youtube Prof. Zulys

Bukan Molekulnya yang Beda, Ini Rahasia yang Bikin Air Zamzam Kaya Mineral

Ilham Pratama Putra • 06 Oktober 2026 15:00
Ringkasnya gini..
  • Air zamzam tetap memiliki molekul H2O seperti air lainnya.
  • Kandungan mineralnya berkaitan dengan interaksi air tanah dan batuan.
  • Penelitian 2021 melaporkan TDS zamzam sekitar 812 mg/L pada sampel yang dianalisis.
Jakarta: Air zamzam memiliki molekul H2O seperti air pada umumnya. Namun, Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia (UI) Agustino Zulys menjelaskan air zamzam memiliki komposisi mineral yang menarik karena proses geologi yang dilaluinya.

Zulys menjelaskan air zamzam, air mineral, maupun air hujan sama-sama memiliki molekul dasar H2O. Perbedaannya air zamzam kata dia terdapat pada zat-zat yang terlarut di dalam air tersebut.

"Zamzam relatif kaya mineral, antara lain kalsium, magnesium, natrium, kalium, bikarbonat, serta sejumlah unsur jejak lainnya," kata Zulys dalam siaran youtube Prof Zulys dikutip Selasa 6 Oktober 2026.

Menurut Zulys, kandungan mineral zamzam berkaitan dengan proses air tanah ketika berinteraksi dengan batuan. "Air membawa sidik jari geologi tempat yang dilewatinya," jelasnya.

Artinya, air yang berasal dari sumber berbeda dapat memiliki rasa dan komposisi mineral berbeda karena kondisi geologi di sekitar sumber tersebut. Ia memaparkan jika sumur zamzam berada di kawasan Masjidil Haram dengan kedalaman sekitar 30,5 meter.

Menurut Saudi Geological Survey, sistem air zamzam berkaitan dengan infiltrasi air hujan di kawasan Wadi Ibrahim. Air kemudian masuk ke sistem air tanah dan bergerak melalui material seperti pasir, batuan halus, lempung, serta rekahan batuan.

Dalam perjalanan tersebut berlangsung proses geokimia, termasuk interaksi air dengan batuan dan pelarutan mineral. Karena itu, kandungan mineral pada zamzam tidak perlu dijelaskan dengan anggapan bahwa molekul H2O-nya berbeda dari air lain.

"Kalau kita hanya melihat molekul pelarutnya, air zamzam H2O, air mineral H2O, air hujan juga H2O. Semua air H2O," kata Prof. Zulys.

Zulys juga memaparkan penelitian pada 2021 melaporkan nilai total dissolved solids (TDS) air zamzam sekitar 812 mg/L pada sampel yang dianalisis. TDS menunjukkan jumlah zat terlarut dalam air. 

Angka tersebut menunjukkan adanya kandungan mineral yang cukup tinggi pada sampel yang diteliti. Namun, Zulys mengingatkan kandungan mineral yang lebih tinggi tidak otomatis berarti air tersebut semakin sehat.

Dalam toksikologi terdapat prinsip bahwa dosis menentukan efek atau risiko. Karena itu, keberadaan suatu mineral perlu dilihat bersama konsentrasi dan karakteristiknya.
 
WhatsApp Image 2026-10-06 at 11_46_29 AM
Guru Besar FMIPA UI, Zulys. Foto: Instagram @prof.zulys


Zulys juga meluruskan klaim bahwa air zamzam memiliki struktur molekul khusus atau kristal air yang berbeda secara fundamental. Menurutnya, struktur dasar molekul air zamzam tetap H2O, yakni dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.

Ketika air dibekukan, bentuk kristalnya dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti suhu, laju pembekuan, zat terlarut, impuritas, dan kondisi eksperimen. Karena itu, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa keberkahan zamzam membuat struktur molekul H2O-nya berbeda dari air lainnya.

Bagi Zulys, penjelasan ilmiah tersebut tidak mengurangi keistimewaan zamzam bagi umat Islam. Sains dapat mempelajari mineral, pH, geologi, mikrobiologi, toksikologi, hingga efek biologis zamzam. Sementara keberkahan merupakan konsep teologis yang berada dalam ranah keimanan.

"Zamzam tidak membutuhkan hoaks agar menjadi mulia," tegasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan