Penunjukan tersebut ditetapkan melalui surat pengangkatan yang diterbitkan Northeastern University (NEU) pada September 2026. Keduanya akan menjalankan amanah tersebut selama lima tahun.
“Keterlibatan ini sejalan dengan upaya UI memperkuat jejaring internasional sekaligus menghubungkan kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan dan industri. Peran kami dalam komite akademik diharapkan dapat mendukung pengembangan agenda riset, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi akademik yang melibatkan perguruan tinggi dan mitra industri kedua negara,” ujar Herid dalam siaran pers dikutip Senin, 28 September 2026.
Heri akan menjadi bagian dari jajaran pimpinan akademik pada laboratorium bersama yang dibentuk untuk mendorong pengembangan teknologi hijau serta pemanfaatan nilai tambah sumber daya logam non-ferrous. Sementara itu, Chairul Hudaya akan berperan sebagai Member of the Academic Committee.
Baca Juga :
UI Tegaskan Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Pengembangan SDM untuk Hilirisasi SDA Indonesia
Surat pengangkatan sebagai Foreign Director pada Academic Committee of the Liaoning Province China-Indonesia Belt and Road Joint Laboratory on Green Development and Value-added Utilization of Key Nonferrous Metal Resources. DOK UI
Laboratorium bersama tersebut merupakan bagian dari kerja sama Provinsi Liaoning dan Indonesia dalam pengembangan riset serta pemanfaatan sumber daya mineral secara berkelanjutan. Kehadiran akademisi Indonesia dalam struktur komite akademik memperkuat keterlibatan perguruan tinggi Indonesia dalam pengembangan agenda riset kedua negara.
Penunjukan Heri dan Chairul juga membuka ruang bagi UI untuk memperluas kontribusi dalam kolaborasi riset Indonesia–Tiongkok, khususnya pada bidang pengembangan hijau, teknologi, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya mineral.
UI memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pengembangan talenta, pengetahuan, dan inovasi yang mendukung pemanfaatan SDA secara berkelanjutan dan bernilai tambah.