Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Hamdi Muluk. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Hamdi Muluk. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Bandingkan Dana Riset dengan Kampus Singapura, Warek UI: Kita Kalah Jauh

Ilham Pratama Putra • 02 Oktober 2026 21:32
Ringkasnya gini..
  • Dana riset UI disebut sekitar Rp600 miliar per tahun oleh Hamdi Muluk.
  • Hamdi membandingkannya dengan dana riset NUS dan NTU yang disebut mencapai puluhan triliun rupiah.
  • UI mendorong riset tidak berhenti di kampus, tetapi terhubung dengan industri dan menghasilkan dampak ekonomi.
Jakarta: Universitas Indonesia (UI) mengelola dana riset sekitar Rp600 miliar setiap tahunnya. Angka tersebut dinilai masih jauh dibandingkan dengan sejumlah universitas di kawasan Asia Tenggara. 

Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Hamdi Muluk mengungkap kampus-kampus di negara tetangga Indonesia memiliki dukungan pendanaan riset hingga puluhan triliun rupiah. Hamdi mengatakan perbedaan pendanaan tersebut perlu menjadi perhatian ketika Indonesia ingin memperkuat riset dan inovasi perguruan tinggi. 

Hamdi misalnya membandingkan dana riset UI dengan dua universitas di Singapura. Yakni National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU).

“Dana riset UI itu kurang lebih cuma Rp600 miliar setahun. Tapi Anda tahu dana riset NTU, NUS, tetangga kita itu, enggak usah jauh-jauh. Dana risetnya satu universitas itu berkisar dari Rp30 sampai Rp50 triliun,” kata Hamdi saat ditemui dalam UI Innovation Festival 2026 di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Hamdi menilai perbandingan tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Indonesia dalam membangun kapasitas riset. Menurut dia, persoalan pendanaan menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan jika Indonesia ingin menghasilkan riset yang mampu bersaing secara global.

Hamdi juga membandingkan kapasitas pendanaan tersebut dengan dana riset yang dikelola pemerintah untuk perguruan tinggi di Indonesia. Ia menyebut total dana riset yang dikelola kementerian untuk seluruh Indonesia berada di kisaran Rp11 triliun. 

Angka tersebut, kata dia, sangat kecil. Bahkan dana riset kampus di Indonesia hanya sekitar sepertiga dari dana riset yang dimiliki satu universitas di negara tetangga.

“Seluruh Indonesia Rp11 triliun. Itu aja masih sepertiganya satu universitas negara tetangga kita,” ujarnya.
Kuliah ilus dua - Medcom
Ilustrasi Kuliah. Medcom

Menurut Hamdi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem riset tidak cukup hanya mengandalkan komitmen perguruan tinggi. Dukungan pendanaan perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah, kampus, industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Meski demikian, Hamdi mengatakan keterbatasan pendanaan tidak boleh membuat perguruan tinggi berhenti menghasilkan inovasi. “Sekecil apa pun dana riset kita, kita kan tekad dulu deh,” katanya.

Di tengah keterbatasan pendanaan, UI mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai publikasi akademik. Salah satunya melalui pengembangan startup, kekayaan intelektual, dan hilirisasi teknologi.

Dalam UI Innovation Festival 2026, UI menampilkan berbagai hasil inovasi sekaligus mempertemukan akademisi dengan masyarakat, investor, dan calon mitra industri. Hamdi mengatakan persoalan riset Indonesia bukan hanya soal jumlah dana, tetapi juga bagaimana hasil penelitian dapat terhubung dengan kebutuhan nyata.

Menurut dia, perguruan tinggi menjadi tempat berkumpulnya sumber daya manusia terbaik. Tetapi hasil pemikiran akademik terkadang belum terhubung dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

“Perguruan tinggi itu tempat di mana otak-otak terbaik bangsa kita ada di sana. Cuma kadang-kadang ini bisa enggak connect,” tutup dia.

Hamdi mengatakan tujuan akhir penguatan riset bukan sekadar meningkatkan jumlah publikasi atau menghasilkan teknologi baru. Hasil riset juga perlu memiliki jalur menuju pemanfaatan dan memberikan dampak ekonomi.

“Kalau kita bicara nanti ujungnya adalah ke komersil, ke ekonomi. Kemajuan ekonomi,” ujarnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan