Kemiskinan. DOK Medcom
Kemiskinan. DOK Medcom

Benarkan Indonesia Negara Kedua Termiskin di Dunia? Cek Faktanya Yuk!

Renatha Swasty • 13 Februari 2026 16:46
Ringkasnya gini..
  • World Bank tidak pernah menyusun peringkat negara termiskin secara resmi. Tingkat kemiskinan ekstrem versi World Bank relatif rendah di Indonesia.
  • Secara faktual, Indonesia memang diklasifikasikan sebagai negara upper-middle income country.
  • Tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan rendah di Afrika Sub-Sahara.
Jakarta: Baru-baru ini, viral unggahan di media sosial menampilkan infografis yang menyebutkan Indonesia sebagai negara termiskin kedua di dunia. Data disebut diambil dari World Bank mencantumkan persentase kemiskinan Indonesia 60,3 persen di bawah Zimbabwe sebesar 84,2 persen. 
 
Benarkah Indonesia negara kedua termiskin di dunia? Yuk cek faktanya berikut ini! 
 
Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, menyanggah informasi di unggahan tersebut. Menurutnya pihak World Bank tidak pernah mengeluarkan dokumen baik melalui Global Poverty Line, Poverty and Inequality Platform (PIP), maupun Macro Poverty Outlook yang menyebutkan Indonesia sebagai negara termiskin kedua di dunia. 

“Narasi tersebut tidak berasal dari World Bank melainkan dari kesalahan dalam memahami dan mengonversi konsep daya beli,” ujar Wsinu dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat, 13 Februari 2026, 
 
Wisnu menjelaskan pihak World Bank mengukur kemiskinan internasional menggunakan garis kemiskinan berbasis PPP atau parisat daya beli. Misalnya, USD2,15 PPP per kapita per hari dan angka ini tidak boleh dikonversi menggunakan kurs pasar (current exchange rate). 
 
Meski begitu, banyak infografis di media sosial melakukan kesalahan seperti nilai USD PPP dikalikan dengan kurs pasar rupiah (±Rp16.000/USD). Padahal, konversi yang benar harus menggunakan PPP conversion factor Indonesia, yang besarnya sekitar Rp4.700–Rp5.300 per USD PPP. 
 
“Akibatnya, garis kemiskinan dibesarkan hampir tiga kali lipat. Jumlah penduduk miskin menjadi sangat terdistorsi hingga muncul klaim ekstrem seperti lebih dari 60 persen penduduk Indonesia miskin,” papar dosen yang concern mengkaji bidang Pengentasan Kemiskinan dan Ketimpangan/EQUITAS (Equitable Transformation for Alleviating Poverty and Inequality) itu.
 
Dia menjelaskan tingkat kemiskinan ekstrem versi World Bank relatif rendah di Indonesia. Selain itu, Indonesia memiliki kelompok masyarakat rentan yang sangat besar di mana secara ekonomi hidup sangat dekat dengan garis kemiskinan. 
 
Benarkan Indonesia Negara Kedua Termiskin di Dunia? Cek Faktanya Yuk!
Unggahan viral soal negara dengan jumlah penduduk miskin terbanyak. DOK UGM
 
Berdasarkan berbagai data BPS (Susenas), garis kemiskinan nasional saat ini dinaikkan menjadi sekitar 1,5 kali, maka proporsi penduduk yang tergolong miskin dan rentan dapat melampaui 50 persen populasi. Artinya, lebih dari separuh penduduk Indonesia tidak miskin secara statistik, tetapi sangat mudah jatuh miskin. 
 
Hal ini akibat kenaikan harga pangan dan energi, guncangan kesehatan, kehilangan pekerjaan atau penurunan jam kerja yang menjadikan kelompok ini jatuh pada ke kemiskinan dalam waktu cepat. 
 
“Dalam dikursus ekonomika kesejahteraan, kelompok ini sering disebut sebagai near-poor atau economically vulnerable dan jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan angka kemiskinan resmi,” ucap dia. 
 
Wisnu menuturkan ada banyak pendekatan untuk menentukan apakah suatu negara tersebut tergolong kaya atau miskin. Saat ini, garis kemiskinan nasional Indonesia masih berbasis pada pendekatan basic needs minimum, terutama pada kebutuhan kalori minimum dan kebutuhan non-pangan dasar seperti perumahan, sandang, pendidikan dasar. 
 
Namun, banyak peneliti berpendapat garis ini belum sepenuhnya mencerminkan standar hidup layak saat ini sebab belum memasukkan secara memadai kebutuhan yang ada. Misalnya, ongkos transportasi yang layak, biaya akses internet dan komunikasi, biaya perumahan yang aman dan tidak padat, dan juga perlindungan terhadap risiko seperti tabungan dan jaminan sosial.
 
Wisnu menegaskan World Bank juga tidak pernah menyusun peringkat negara termiskin secara resmi. Hanya saja, secara faktual Indonesia memang diklasifikasikan sebagai negara upper-middle income country dan tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan rendah di Afrika Sub-Sahara. 
 
“Indonesia jelas bukan termasuk negara termiskin di dunia, apalagi peringkat kedua. Namun isu kerentanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Terlebih, saat ini Indonesia mengalami krisis kelas menengah sehingga lebih sedikit orang yang naik ke kelas di atasnya dan lebih banyak yang turun ke kelas bawahnya,” papar dia. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan