Lukisan tertua di dunia ditemukan di Gua Liang Metanduno, Sulawesi. Foto: Live Science/Maxime Aubert.
Lukisan tertua di dunia ditemukan di Gua Liang Metanduno, Sulawesi. Foto: Live Science/Maxime Aubert.

Patahkan Rekor Spanyol, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Sulawesi! Usianya 67.800 Tahun

Renatha Swasty • 26 Januari 2026 13:44
Jakarta: Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia arkeologi global. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature pada Rabu, 21 Januari 2026, mengonfirmasi seni cadas (rock art) tertua di dunia kini berada di Sulawesi, Indonesia.
 
Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi sebuah stensil tangan (hand stencil) di dalam gua di Sulawesi Tenggara yang berusia setidaknya 67.800 tahun. Penemuan ini secara resmi mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh lukisan gua di Spanyol yang berusia 66.700 tahun.
 
Arkeolog dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adhi Agus Oktaviana, yang menjadi penulis utama studi ini menjelaskan temuan ini tidak sebatas rekor angka. Lukisan ini menjadi bukti arkeologis paling awal kehadiran manusia modern (Homo sapiens) di kawasan kepulauan antara Asia dan Australia.

"Sangat mungkin bahwa orang-orang yang membuat lukisan di Sulawesi ini adalah bagian dari populasi lebih luas yang kemudian menyebar dan akhirnya mencapai Australia," ujar Adhi dalam keterangannya dikutip Senin, 26 Januari 2026. 
 
Temuan ini mengisi kekosongan besar dalam sejarah migrasi manusia purba. Sebelumnya, para ahli memperkirakan manusia mencapai benua Australia setidaknya 60.000 tahun yang lalu.
 
Dengan adanya lukisan berusia 67.800 tahun di Sulawesi, teori manusia modern menempuh "jalur utara" semakin kuat. Jalur ini diperkirakan bermula dari Kalimantan (Borneo), menuju Sulawesi, lalu melintasi Papua bagian barat atau pulau Misool, sebelum akhirnya tiba di Australia.
 
Dalam menemukan fakta ini, Sobat Medcom mungkin berpikir "Bagaimana para ilmuwan bisa tahu usia pastinya?" Rekan penulis studi, Maxime Aubert dari Griffith University, menjelaskan timnya menggunakan metode penanggalan pada lapisan kalsium karbonat atau yang disebut "popcorn gua" yang tumbuh menutupi lukisan tersebut.
 
Karena mineral ini tumbuh di atas lukisan, maka usia mineral tersebut menjadi usia minimum dari karya seni di bawahnya. Hasil analisis menunjukkan angka fantastis: 67.800 tahun atau sekitar 1.100 tahun lebih tua dari seni cadas buatan Neanderthal di Eropa.
 
Selain stensil tangan tertua, tim juga menemukan lukisan lain berupa stensil tangan dengan pigmen lebih gelap di gua yang sama, yang berusia sekitar 32.800 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa gua tersebut telah digunakan sebagai "kanvas" oleh manusia prasejarah selama rentang waktu setidaknya 35.000 tahun. (Sultan Rafly Dharmawan)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan