PRDB. DOK Medcom
PRDB. DOK Medcom

BPS Ubah Skema Rilis PDRB Kabupaten/Kota Jadi Per Triwulan, Dukung Monitoring Ekonomi Real Time

Renatha Swasty • 24 Februari 2026 16:03
Ringkasnya gini..
  • Produk Domestik Regional Bruto (PRDB) tingkat kabupaten/kota sebelumnya hanya tersedia satu tahun sekali.
  • Kebijakan ini diambil untuk membantu para Bupati dan Wali Kota memantau progres ekonomi daerahnya secara lebih real-time.
  • BPS berkontribusi menyediakan 27 dari 64 indikator yang menyusun IDSD atau sekitar 42,2 persen dari total bobot penilaian.
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mendukung peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dengan menyediakan data yang presisi. BPS berkontribusi menyediakan 27 dari 64 indikator yang menyusun IDSD atau sekitar 42,2 persen dari total bobot penilaian.
 
"Kami menyediakan produk statistik berjenjang sesuai kebutuhan, mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga lingkup terkecil di tingkat kecamatan," ujar Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, di forum Rilis Indeks Daya Saing Daerah 2025 melalui Zoom Meeting, Selasa, 24 Februari 2026.
 
Mulai 2025, BPS melakukan terobosan besar dengan merilis angka pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Regional Bruto (PRDB) tingkat kabupaten/kota setiap triwulan. Sebelumnya, data ini hanya tersedia satu tahun sekali.

Kebijakan ini diambil untuk membantu para Bupati dan Wali Kota memantau progres ekonomi daerahnya secara lebih real-time. "Jika PDB nasional dan PDRB provinsi dirilis tanggal 5 Februari, maka satu bulan setelahnya, yakni 5 Maret, angka PDRB kabupaten/kota akan kami terbitkan. Ini akan terus dilakukan setiap triwulan," jelas Amalia.
 
Berdasarkan data terbaru tahun 2025, BPS memaparkan beberapa capaian signifikan daerah:
 
Dalam pertumbuhan ekonomi, Maluku Utara mencatat pertumbuhan tertinggi di atas 30 persen berkat hilirisasi nikel, disusul Papua Barat dan Sulawesi Tengah. Sementara itu, Bali mencatatkan pertumbuhan 5,82 persen, tertinggi di kawasan Jawa-Bali-Nusa Tenggara seiring pulihnya sektor pariwisata.
 
Kemudian, rata-rata lama sekolah nasional berada di angka 9,41 tahun atau setara lulus SMP. DKI Jakarta memimpin dengan 11,58 tahun, sedangkan Kota Banda Aceh unggul dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tingkat kabupaten/kota.
 
Sementara itu, di bidang industri manufaktur, Jawa Barat masih menjadi pusat industri besar dan sedang dengan lebih dari 8.000 perusahaan. Secara nasional, sektor manufaktur tumbuh kuat di angka 5,8 persen pada triwulan IV tahun 2025.
 
Selanjutnya, di sektor pertanian, Jawa Timur mengukuhkan diri sebagai lumbung pangan nasional dengan dominasi pada produksi padi, jagung pipilan, susu segar, dan bawang merah.
Untuk memudahkan akses data bagi pemerintah daerah dan masyarakat, BPS juga mempromosikan aplikasi AllStats yang tersedia di Android dan iOS. 
 
"Ini adalah upaya kami mewujudkan 'Statistik dalam Genggaman'. BPS siap berkolaborasi mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota untuk mendukung pengambilan kebijakan yang berbasis data," ujar dia.
 
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025. Ini merupakan instrumen strategis untuk memetakan kapasitas daerah secara objektif guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3 persen pada tahun 2026.
 
Melalui kebijakan berbasis data (evidence-based policy), IDSD mendorong pemerintah daerah bertransformasi dari keunggulan alamiah menuju keunggulan kompetitif dengan memperkuat kualitas SDM, iklim usaha, serta inovasi. 
 
Keberhasilan inisiatif ini mengandalkan sinergi lintas sektor antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyelaraskan agenda pembangunan daerah dengan visi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan