Di tengah kerusakan sejumlah bangunan, tiga prototipe rumah modular tahan gempa yang dikembangkan BRIN tetap berdiri. Melansir laman brin.go.id, hasil pemantauan BRIN pada 16 Agustus 2026 menunjukkan tidak ditemukan kerusakan struktural pada dinding, kolom, maupun fondasi dari ketiga rumah tersebut.
Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat kosmetik, yakni sebagian keramik dinding kamar mandi terlepas dari ikatan semen pada panel Sandwich EPS dan pecah akibat guncangan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan BRIN mendorong teknologi rumah modular tahan gempa dipertimbangkan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat di wilayah rawan bencana. Perekayasa Ahli Muda BRIN Vian Marantha Haryanto mengatakan ketiga rumah tersebut memang dirancang menggunakan teknologi konstruksi tahan gempa untuk wilayah dengan risiko kegempaan tinggi seperti NTT.
“Rumah-rumah ini dirancang khusus dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk wilayah rawan bencana seperti NTT. Hasil ini membuktikan bahwa desain dan metode konstruksi yang kami terapkan mampu melindungi struktur bangunan, dan yang terpenting, melindungi keselamatan penghuninya, bahkan saat diguncang gempa sebesar ini,” ujar Vian dikutip dari laman brin.go.id, Selasa, 25 Agustus 2026.
| Baca juga: Dosen Unika Atma Jaya Masuk Jajaran Top 5% Peneliti Terbaik Dunia Versi SCIRank 2026 |
BRIN menyebut hasil pemantauan tersebut menjadi evaluasi penting terhadap pengembangan rumah modular yang telah dilakukan sejak 2019. Teknologi tersebut sebelumnya dikembangkan melalui pembangunan dua unit rumah di Kabupaten Tangerang, prototipe rumah dua lantai di Kabupaten Lebak pada 2021, serta tiga unit rumah di NTT pada akhir 2021.
Meski tiga prototipe di NTT tetap berdiri, BRIN masih akan melakukan pengujian lebih lanjut untuk mendapatkan validasi teknis di laboratorium. Pengujian direncanakan menggunakan uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di Laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur pada 2026.
“Gempa besar yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menjadi ujian lapangan bagi teknologi tersebut,” kata Vian.
Dalam dokumentasi kondisi bangunan, ketiga prototipe rumah BRIN terlihat tetap berdiri setelah gempa. Sementara itu, pada lokasi yang berdekatan, bangunan SD Rangko dilaporkan mengalami kerusakan pada struktur bangunan akibat gempa.
Teknologi rumah modular BRIN juga terus dikembangkan. Pada generasi kedua rumah modular tahan gempa, BRIN menambahkan rubber bearing seismic yang dirancang untuk membantu meredam dampak getaran gempa terhadap struktur bangunan.
Teknologi tersebut dikembangkan Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN dengan memanfaatkan karet alam atau polimer elastis sebagai bahan dasarnya. “Rubber bearing seismic bekerja dengan memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan. Ketika terjadi gaya geser akibat gempa, komponen tersebut dirancang untuk membantu menahan gaya geser sehingga dampak guncangan yang diterima struktur bangunan dapat dikurangi,” jelas Vian.
BRIN menilai teknologi tersebut dapat menjadi salah satu masukan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga terdampak bencana. Pemerintah pusat dan daerah didorong mempercepat pemulihan hunian dengan tetap mengedepankan standar konstruksi tahan gempa.
| Baca juga: Keliling Kampus dari Aceh hingga Merauke, Stella Christie Yakin Potensi Riset Daerah |
Penggunaan model rumah tahan gempa juga dinilai tidak perlu terbatas di NTT. Teknologi serupa dapat dikembangkan dan direplikasi di daerah lain yang memiliki risiko gempa tinggi.
Bagi BRIN, pembangunan kembali rumah pascabencana tidak cukup hanya mengganti bangunan yang rusak. Rekonstruksi perlu sekaligus meningkatkan ketahanan hunian agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi gempa berikutnya.
Karena itu, BRIN juga merekomendasikan agar edukasi mitigasi bencana dan standar bangunan tahan gempa diintegrasikan ke dalam kebijakan perumahan daerah. Langkah tersebut diharapkan membuat proses pemulihan pascabencana tidak sekadar membangun kembali rumah, tetapi menciptakan hunian yang lebih aman dan tangguh.
Lantas seperti apa spesifikasi rumah modular tahan gempa yang dibangun BRIN? Berikut informasinya:
Spesifikasi Bangunan Rumah Modular Tahan Gempa BRIN
- Ukuran 36 m²
- 2 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 kamar madi, 1 dapur
- Struktur kolom dan balok besi hollow 100 x 100 x 1,6 mm
- Joint interlock SS 316 tebal 2mm
- Rangka atap baja ringan
- Penutup atap spandex pasir
- Plafond PVC
- Lisplank GRC
- Dinding panel beton 300.60.7,5 cm
- Lantai keramik
- Kloset jongkok
- Pondasi batu kali
- Kusen pintu jendela aluminium
- Pompa air ex washer atau setara
- Cat tembok catylax.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda