Inovasi filter zeolit antimikroba. DOK IPB
Inovasi filter zeolit antimikroba. DOK IPB

Peneliti IPB Buat Filter Zeolit Antimikroba untuk Peternakan Unggas

Renatha Swasty • 06 Januari 2026 20:34
Jakarta: Air bersih menjadi faktor kunci menjaga kesehatan ayam dan kualitas telur di peternakan unggas. Tim peneliti IPB University menghadirkan inovasi filter zeolit antimikroba untuk menjawab tantangan kontaminasi bakteri pada sumber air minum ternak.  
 
Inovasi ini terbukti mampu menyaring bakteri dan meningkatkan produktivitas ayam hingga lima persen. Inovasi dikembangkan oleh Zaenal Abidin dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University. 
 
Zaenal menjelaskan sumber air minum dan sanitasi yang kurang baik di peternakan ayam sering kali menyebabkan kontaminasi bakteri. Selama ini, salah satu cara yang umum dilakukan peternak adalah menambahkan kaporit ke dalam air minum. 

Namun, cara tersebut dikhawatirkan dapat membunuh bakteri baik yang dibutuhkan ayam dan berdampak pada lingkungan sekitar. “Dilatarbelakangi kondisi itu, kami membuat inovasi zeolit antimikroba. Filter ini digunakan untuk membunuh bakteri di dalam media air dengan memanfaatkan material zeolit,” ujar Zaenal dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Januari 2026. 
 
Zeolit merupakan batuan alam yang secara ilmiah dikenal sebagai alumino silikat, yaitu batuan yang mengandung aluminium dan silikat. Batuan ini banyak ditemukan di Indonesia, salah satunya di wilayah pantai selatan Pulau Jawa. 
 
Zeolit memiliki sifat khas berupa kemampuan mengikat kation, sehingga jenis kation di dalamnya dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.
 
“Karena bisa mengikat kation, zeolit ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari menyimpan hara pertanian hingga membunuh bakteri. Potensinya besar sebagai alternatif filter air antibakteri untuk menggantikan kaporit,” kata pakar kimia anorganik itu. 
 
Filter zeolit antimikroba dibuat dari batuan zeolit alam berukuran sekitar tiga milimeter yang telah melalui proses aktivasi. Dalam penerapannya, filter ini dilengkapi dengan cartridge dan housing filter untuk menyaring air minum ayam secara optimal.
 
Ukuran zeolit menjadi faktor penting dalam efektivitas filter. Zeolit berbentuk serbuk memang memiliki luas permukaan besar, tetapi berisiko menyumbat aliran air. 
 
“Kalau sudah menyumbat, saya yakin peternak tidak akan mau menggunakan. Karena itu, kami gunakan zeolit berbentuk granul sekitar tiga milimeter agar aliran air tetap lancar,” jelas dia. 
 
Hasil penerapan filter zeolit antimikroba menunjukkan air minum di peternakan ayam tidak terdeteksi bakteri. Selain itu, telur yang dihasilkan juga bebas bakteri dengan peningkatan produktivitas ayam bertelur mencapai lima persen.
 
Melalui inovasi ini, peternak diharapkan dapat memastikan ternaknya memperoleh air minum yang bersih, aman, dan berkualitas. Pada akhirnya, penggunaan filter zeolit antimikroba berkontribusi langsung pada peningkatan kesehatan unggas serta kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan