Ilustrasi/BNPB
Ilustrasi/BNPB

Keren! BRIN Pakai Laser Canggih Bongkar Jejak Tsunami Aceh 2004

Citra Larasati • 07 Juli 2026 12:25
Ringkasnya gini..
  • Peneliti BRIN gunakan teknologi laser LIBS untuk melacak endapan tsunami Aceh 2004 yang tersembunyi di dalam tanah.
  • Lewat tembakan laser berenergi tinggi, unsur kimia material laut masa lalu bisa dideteksi cepat bak sidik jari.
  • Terobosan sains ini bantu ciptakan peta mitigasi bencana yang lebih akurat untuk lindungi pesisir di masa depan.
Jakarta: Dahsyatnya Tsunami Samudra Hindia pada 26 Desember 2004 silam tak hanya menyisakan duka, tapi juga "kapsul waktu" di bawah Tanah Pesisir Aceh. Sayangnya, jejak endapan material yang tersapu gelombang raksasa itu kini tertutup rapat oleh proses alam.
 
Namun, berbekal teknologi mutakhir bak di film sci-fi, misteri di balik lapisan tanah itu akhirnya berhasil diungkap! Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sukses melacak jejak Tsunami Aceh 2004 menggunakan teknologi berbasis laser bernama Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS). Alat canggih ini mampu membedah karakteristik kimia tanah secara super cepat, akurat, dan jauh lebih lengkap ketimbang metode lawas.
 
Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Fotonika BRIN, Rara Mitaphonna, menuturkan bahwa inovasi ini bukan sekadar pamer kecanggihan teknologi sains, melainkan terobosan krusial untuk menyelamatkan nyawa di masa depan. Dari jejak tanah ini, peneliti bisa mengukur seberapa jauh jangkauan gelombang tsunami purba hingga memprediksi wilayah mana saja yang paling rawan.

“Data tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan peta bahaya tsunami, perencanaan tata ruang kawasan pesisir, hingga pengembangan strategi mitigasi bencana yang lebih baik,” katanya, dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Juli 2026.
 
Sebagai informasi, tsunami 2004 yang dipicu gempa mematikan bermagnitudo (Mw) 9,1 ini membawa material khas laut seperti garam, cangkang, dan pasir ke daratan. Seiring berjalannya waktu, lapisan pembawa petunjuk ini lenyap tertutup tanah biasa.
 
“Inilah tantangan yang ingin kami pecahkan,” ujarnya.

Menembak Tanah dengan Laser Suhu Tinggi

Demi membongkar rahasia tersebut, tim BRIN bersama Universitas Syiah Kuala (USK) menggali sampel tanah lebih dari satu meter di Desa Pulot, Aceh Besar, salah satu titik paling hancur akibat tsunami. Cara kerja LIBS ini sangat memukau. Tanah ditembak dengan pulsa laser berenergi tinggi.
 
Dalam hitungan mikrodetik, sampel itu meledak kecil menjadi plasma bersuhu ekstrem yang memancarkan cahaya. Dari pancaran cahaya inilah komposisi kimia tanah langsung terbaca layaknya sidik jari manusia.
 
“Melalui cahaya yang dipancarkan plasma, kami dapat mengetahui unsur-unsur kimia yang terdapat pada setiap lapisan sedimen,” jelas Rara.
 
Hasilnya luar biasa. Tanpa perlu larutan kimia yang ribet, tim menemukan lapisan tanah bekas tsunami sangat kaya akan natrium (Na), kalsium (Ca), hingga strontium (Sr) yang menjadi bukti sah material lautan. Ini sangat kontras dengan tanah asli sebelum bencana yang didominasi besi (Fe) dan mangan (Mn).
 
Kehebatan lain dari LIBS adalah kemampuannya mendeteksi unsur-unsur ringan seperti karbon dan hidrogen, hingga melacak sisa logam beracun dalam satu kali tembak, hal yang susah dilakukan oleh alat konvensional seperti X-Ray Fluorescence (XRF).
 
“LIBS tidak hanya memberikan hasil yang cepat, tetapi juga mampu mendeteksi unsur-unsur ringan dan berbagai logam jejak secara bersamaan sehingga informasi geokimia yang diperoleh menjadi jauh lebih lengkap,” kata Rara.
 
Riset yang sudah nampang di jurnal internasional Microchemical Journal (2026) ini rencananya akan dikembangkan menjadi perangkat portabel. Jadi, peneliti tak perlu lagi repot membawa tanah ke lab, melainkan langsung "menembak" laser di lokasi bencana.
 
Bagi Rara, teknologi ini adalah kunci membaca arsip alam demi keselamatan generasi mendatang. “Jejak tsunami yang selama ini tersembunyi kini dapat diungkap secara ilmiah sebagai bekal untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana serupa di masa depan,” pungkasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA