Surabaya: Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan aplikasi Garamin, e-koperasi petani garam. Ide ini didasari masih banyaknya masalah produktivitas pada sektor produksi garam laut.
Aplikasi dikembangkan tiga mahasiswa Departemen Teknik Informatika ITS, yakni Barhan Akmal Falahudin, Abd Wahid, dan Nur Muhammad ‘Ainul Yaqin. Gagasan ini berakar dari keresahan yang dihadapi agar dapat menfasilitasi para petani garam mengatasi kesulitan dalam hal distribusi.
"Tujuan fasilitasi ini dimaksudkan agar pemerintah dapat melakukan swasembada garam melalui produk garam lokal," ungkap Ketua tim, Akmal, mengutip siaran pers ITS, Jumat, 28 Mei 2021.
Akmal mengatakan, aplikasi tersebut memiliki beberapa fitur unggul. Antara lain manajemen koperasi, notifikasi mengenai iuran dan pengumuman kepada petani garam, hingga fitur edukasi untuk meningkatkan proses produksi garam.
"Desain aplikasi mudah dipahami dan berukuran kecil, sehingga lancar digunakan oleh para pengguna," ujarnya.
Baca: Akademisi Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Ia menjelaskan, proses pengembangan aplikasi berlangsung selama sembilan hari. Dimulai dengan riset terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di bidang maritim dan penentuan ide. Proses dilanjutkan dengan desain UI/UX, API Specification, hingga finalisasi aplikasi.
"Sebagai mahasiswa semester dua, salah satu kesulitan yang kami hadapi adalah cara untuk menyusun aplikasi secara matang," ungkapnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan