Hampir semua umat muslim merindukan dan ingin melakukan banyak investasi kebaikan selama Ramadan. Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih mengatakan banyak alasan menjadikan Ramadan menjadi bulan yang sangat ditunggu-tunggu.
“Ramadan penuh dengan anugerah-anugerah yang tidak ada di luar bulan Ramadan,” kata Nasih dikutip dari laman unair.ac.id, Senin, 18 April 2022.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dia mengatakan Ramadan juga dipenuhi dengan kebaikan. Nasih menuturkan datangnya Ramadan memunculkan banyak orang baik yang siap sedia menyumbangkan, menginfakkan, membantu, dan mempermudah urusan umat.
“Mudah-mudahan kita semua dapat memanen semua kebaikan yang sudah ditanam selama Ramadan yang suci dan penuh keberkahan,” tutur dia.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu mengatakan Ramadan menjadi jembatan bagi umat muslim yang akan mengantarkan pada Hari Raya Idulfitri. Dalam menyambut Idulfitri, menurut bahasa manajemen, umat muslim harus mempersiapkan bekal dengan baik.
“Dalam proses menuju Idulfitri, kita harus menyempurnakan Ramadan,” kata Nasih.
Dia menuturkan dalam bahasa bisnis, hari raya diibaratkan dengan panenan. Umat muslim dapat memanen saat Idulfitri, hanya jika mereka melakukan proses menanam selama Ramadan.
Nasih menyebut barang siapa yang menyempurnakan Ramadan dengan investasi kebaikan, maka dia bisa menikmati dan memanen hasilnya ketika Idulfitri.
“Akan muncul harapan adanya panen, perayaan, dan harapan kembali menjadi fitri, dengan cara menyempurnakan bulan Ramadan,” kata dia.
Investasi kebaikan itu, kata Nasih, baik dalam hal proses pembelajaran maupun pembentukan diri untuk bisa kembali ke fitrah. “Dengan menyempurnakan Ramadan, kita dapat melakukan perayaan Idulfitri dengan lebih membahagiakan,” tutur dia.
Baca: Puasa Bisa Jadi Berbahaya, Ini Tips Aman Puasa untuk Pasien Diabetes