Ilustrasi puasa. Freepik
Ilustrasi puasa. Freepik

Puasa Bisa Jadi Berbahaya, Ini Tips Aman Puasa untuk Pasien Diabetes

Renatha Swasty • 13 April 2022 11:35
Jakarta: Puasa di bulan Ramadan merupakan ibadah wajib yang harus dijalankan seluruh umat Islam. Namun, bagi penderita diabetes berpuasa dapat menimbulkan komplikasi berbahaya bila tidak dilakukan dengan tepat.
 
Penderita diabetes lebih berisiko mengalami kenaikan atau kekurangan kadar gula darah saat menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini dapat membuat pasien penderita diabetes rentan terkena komplikasi diabetes seperti hipoglikemia, dehidrasi, dan ketoasidosis diabetik.
 
Dokter Sony Wibisono Mudjanarko menyampaikan terdapat beberapa faktor risiko seseorang dapat menderita diabetes. Seperti obesitas, mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan riwayat keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Gen yang diturunkan dari ibu penderita diabetes cenderung lebih tinggi angka kejadiannya,” kata Sony dalam acara Dokter Unair TV dikutip dari laman unair.ac.id, Rabu, 13 April 2022.
 
Sony membagikan tips puasa bagi penderita diabetes. Berikut tipsnya:

1. Berkonsultasi dengan dokter

Sebelum memasuki bulan Ramadan ada baiknya pasien diabetes berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter akan memeriksa kondisi tubuh serta kadar gula darah pasien. Selanjutnya, dokter akan memberikan saran-saran terbaik untuk pasien yang ingin berpuasa.
 
“Alangkah baiknya tiga bulan sebelum Ramadan pasien sudah melakukan konsultasi ke dokter agar dokter dapat mengevaluasi kondisi pasien. Maka selanjutnya dokter dapat mengklasifikasikan pasien risiko rendah, sedang, atau berat,” jelas dia.

2. Asupan cairan

Penderita diabetes lebih mudah mengalami dehidrasi karena tubuhnya kekurangan cairan. Saat berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup, sehingga akan memperburuk kondisi tersebut.
 
Pasien diabetes butuh mencukupi cairan saat berbuka dan sahur. Hal itu agar terhindar dari dehidrasi.
 
“Hindari konsumsi minuman terlalu manis dan mengandung kafein, karena berisiko menimbulkan dehidrasi,” ujar dia.

3. Asupan makanan

Konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks bagi penderita diabetes sangat dianjurkan. Contohnya brokoli, wortel, pisang, dan apel. Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana sebaiknya dikurangi karena berisiko menyebabkan hiperglikemia.

4. Atur aktivitas fisik

Aktivitas fisik saat berpuasa cenderung lebih sedikit. Hal itu karena aktivitas fisik berlebihan atau bahkan sampai kelelahan dapat menyebabkan hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah berada di bawah normal.
 
“Begitu pun dengan pola tidur. Usahakan untuk tidur cukup selama Ramadan. Sehingga dapat meminimalisir kelelahan,” ucap dia.

5. Pemantauan gula darah

Apabila merasakan beberapa gejala, seperti berkeringat dingin, gemetar, dan pusing, maka segera hentikan puasa. Sony menyebut gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda tubuh sedang mengalami hipoglikemia.
 
Penderita diabetes juga perlu tetap memonitor kadar gula darah dan menyesuaikan dosis obat diabetes yang digunakan saat menjalani ibadah puasa.
 
Tips-tips puasa bagi penderita diabetes di atas bisa menjadi panduan dalam menjalani ibadah puasa dengan aman.
 
"Tapi perlu diingat, apabila kadar gula darah <70 mg/dl atau >300 mg/dl, maka segeralah batalkan puasa. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami hipoglikemia atau hiperglikemia,” kata Sony.
 
Baca: Pakar Unair Sarankan Diet 3-1 Bagi Penderita Diabetes di Bulan Ramadan
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif