Ilustrasi puasa. Freepik
Ilustrasi puasa. Freepik

Pakar Unair Sarankan Diet 3-1 Bagi Penderita Diabetes di Bulan Ramadan

Renatha Swasty • 12 April 2022 17:14
Jakarta: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di Indonesia, sehingga banyak masyarakat menerapkan diet terutama bagi penderita diabetes. Salah satu diet yang dapat dilakukan penderita diabetes ialah diet DM 3-1.
 
Diet itu diperkenalkan oleh Ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi Surabaya yang juga Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Askandar Tjokroprawiro. Bagaimana diet DM 3-1 bisa diterapkan secara maksimal pada saat berpuasa Ramadan?
 
Pakar Unair Hermina Novida mengatakan ada satu syarat yang harus dipenuhi pasien diabetes untuk menjalankan puasa. Pasien diabetes boleh berpuasa apabila gula darah terkontrol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau gula darahnya 500 atau 600, sebaiknya gula darahnya dikendalikan dulu. Kenapa? Karena ada bahaya yang disebut ketoasidosis diabetikum pada pasien diabetes yang tidak terkendali gulanya. Jadi harus dikendalikan dulu gula darahnya,” kata Hermina dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 12 April 2022.
 
Pasien diabetes juga harus memperhatikan cara meminum obat atau insulin dengan benar. Supaya tidak terjadi komplikasi hipoglikemia maupun hiperglikemia, serta asupan makanan juga harus disesuaikan dengan saran dan anjuran dokter.
 
“Kalau bisa menghindari makanan dan minuman yang indeks glikemiknya tinggi, menghindari konsumsi GGL (gula, garam dan lemak) yang berlebihan dan asupan cairan harus cukup,” papar dia.
 
Hermina menyebut puasa akan sangat bermanfaat dan memberikan kontrol gula darah lebih baik bila hal itu dapat dilakukan. Dia memberikan tips menerapkan diet DM 3-1 di bulan suci Ramadan.
 
Dia mengungkapkan pasien diabetes sebaiknya mengikuti istilah yang disebut 3J. Yaitu tepat jumlah (jumlah kalori yang masuk), tepat jadwal, dan jenis makanan.
Biasanya hal tersebut akan terdistribusi merata saat makan pagi, makan siang, dan makan malam serta 2 sampai 3 kali snack.
 
“Problemnya adalah bagaimana pada saat berpuasa? Pada saat berpuasa pasti ada penyesuaian jadwal yang sebelumnya 3 kali makanan utama dan 2 sampai 3 kali snack, namun ketika puasa Ramadhan harus berubah,” kata Hermina.
 
Dia mengatakan perubahan jadwal pada bulan Ramadan bisa diubah menjadi diet DM 3-1. Sehingga, waktu makan akan terbagi menjadi 3 waktu yaitu saat buka puasa, tarawih, dan sahur.
 
“Biasanya kalau kita buka, kita tidak langsung makan yang banyak tapi dicicil habis tarawih. Serta satu kali snack yaitu sebelum tidur,” papar dia.
 
Selanjutnya, jumlah makanan harus diperhatikan, jumlah makanan tergantung dengan kebutuhan masing-masing individu. Sehingga, perlu disesuaikan dengan indeks massa tubuh dan aktivitas. International Diabetes Federation mengeluarkan rekomendasi makanan ketika puasa Ramadan yaitu 1.200 hingga 2.000 kalori.
 
“Namun tergantung dari tinggi badan, jenis kelamin, dan tujuannya apakah ingin menurunkan atau mempertahankan berat badan jadi bervariasi antara 1200 sampai 2000 kalori. Jumlah dan jadwalnya harus diperhatikan baru kemudian jenisnya,” tutur dia.
 
Sementara itu, mengenai jenis makanan pada pasien diabetes yang berpuasa harus memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien yang dimaksud yaitu memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak.
 
Karbohidrat sekitar 40 hingga 50 persen, protein 20 sampai 30 persen, lemak 30 sampai 35 persen. Karbohidrat dipilih dari bahan dengan indeks glikemik yang rendah.
 
“Artinya kecepatan makanan berubah menjadi gula lambat, sehingga kenaikan gula darah juga rendah,” tutur dia.
 
Baca: Tips Memilih Makanan dan Minuman saat Berpuasa untuk Pasien Diabetes
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif