Poltekpin. DOK poltekpin.ac.id
Poltekpin. DOK poltekpin.ac.id

Kenalan dengan 2 Sekolah Kedinasan Baru 2026, Gratis dan Siapkan Asrama untuk 200 Mahasiswa

Bramcov Stivens Situmeang • 24 Februari 2026 16:34
Ringkasnya gini..
  • 2 Sekolah Kedinasan baru 2026, yakni Poltekpin dan Poltek Imipas.
  • Dua sekolah kedinasan ini merupakan peleburan dari Kementerian Hukum dan HAM.
  • 2 Sekolah Kedinasan baru 2026 ini menawarkan sekolah gratis dan asrama.
Jakarta: Kabar gembira bagi lulusan SMA yang bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa perlu merogoh kocek untuk biaya kuliah. Pada 2026, dua sekolah kedinasan baru siap dibuka.
 
Tak hanya menawarkan kuliah gratis, 2 sekolah kedinasan baru ini juga menyediakan fasilitas asrama lengkap bagi sekitar 200 mahasiswa yang diterima. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya mengenal dulu gambaran besar sekolah kedinasan di Indonesia.
 
Tahun lalu, pendaftaran sekolah kedinasan dibuka untuk 29 sekolah dari tujuh kementerian dan dilakukan secara serentak melalui satu portal seleksi yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Jadwal seleksinya sudah cukup familier, yakni biasanya berlangsung antara bulan Mei hingga Juni.

Daya tarik sekolah kedinasan memang tak perlu diragukan lagi. Selain bebas biaya kuliah, mahasiswa atau taruna yang diterima mendapatkan fasilitas asrama dan pembelajaran lengkap.
 
Hal paling menarik, lulusannya mendapat kesempatan diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil tanpa perlu mengikuti seleksi umum terlebih dahulu.
 
Nah, dua sekolah kedinasan baru yang akan dibahas ini sebenarnya lahir dari sejarah panjang. Pada 2024, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melebur dua politeknik yang sudah ada, yakni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim), menjadi satu lembaga bernama Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin).
 
Peleburan ini bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus mengintegrasikan pendidikan vokasi di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan dalam satu atap. Namun perjalanan tak berhenti di situ.
 
Presiden Prabowo Subianto kemudian memecah Kemenkumham menjadi tiga kementerian, yaitu Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Konsekuensinya, kewenangan atas Poltekpin kini berada di bawah Kementerian Hukum.
 
Sementara itu, program studi yang berkaitan langsung dengan keimigrasian dinilai lebih tepat dikelola oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dari sinilah kemudian lahir dua sekolah kedinasan baru.
 
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah mengantongi persetujuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendirikan politeknik sendiri. Sebelum membahas lebih jauh satu per satu, berikut dua sekolah kedinasan baru 2026 yang perlu kamu ketahui.
   

2 Sekolah Kedinasan Baru 2026

1. Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin)

Poltekpin tengah dipersiapkan secara matang agar bisa menerima mahasiswa baru pada tahun ini. Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, menjelaskan tahapan persiapan telah dimulai setelah keluarnya izin dari Kemdiktisaintek untuk empat program studi Hukum Terapan.
 
Saat ini, permohonan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Poltekpin masih dalam proses dan menunggu keputusan dari Panitia Seleksi Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) yang diperkirakan terbit pada Maret mendatang.
 
"Target pengumuman penerimaan mahasiswa baru ditargetkan dapat dilaksanakan pada akhir Maret," ujar Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, dikutip dari laman BPSDM Kemenkum, Selasa, 24 Februari 2026
 
Mekanisme pendaftaran telah disiapkan melalui kepanitiaan bersama yang melibatkan BPSDM, Biro SDM, serta unit eselon I terkait. Poltekpin akan membuka empat formasi dengan total kuota sebanyak 200 calon mahasiswa.
 
Soal fasilitas, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan asrama pendidikan harus menjadi prioritas. Ia mengarahkan agar pengelolaan asrama dilakukan secara terstruktur, termasuk pengaturan komposisi mahasiswa laki-laki dan perempuan secara proporsional sejak tahap penerimaan.
 
Untuk mendukung itu, pemerintah sudah menyiapkan anggaran pada 2025 untuk merevitalisasi gedung-gedung kelas yang rencananya mulai dikerjakan pada akhir bulan ini. Apabila tersedia tambahan anggaran, dibutuhkan sekitar Rp37 miliar untuk merevitalisasi Asrama Pendidikan 1 hingga 6, serta sekitar Rp24 miliar untuk pengadaan meubelair dan fasilitas pendukung asrama.

2. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas)

Kabar baik terkait sekolah kedinasan kedua ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, saat menghadiri Tasyakuran Hari Bakti Imigrasi ke-76 bertema “Imigrasi Berbakti Indonesia Maju”. Asep menyampaikan rasa syukurnya atas terbitnya izin resmi pembukaan program studi di Poltek Imipas.
 
"Bapak-Ibu sekalian, Alhamdulillah saya juga dapat kabar baik, kabar yang sangat menggembirakan dari Kepala BPSDM bahwa beliau tadi telah menerima salinan keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi terkait dengan izin pembukaan program studi pada Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan," jelas Asep dikutip dari unggahan di akun Instagram @kedinasan_id.
 
Ia menjelaskan dengan terbitnya surat keputusan tersebut serta telah ditandatanganinya peraturan menteri tentang organisasi dan tata kerja politeknik, seluruh persyaratan kini dinyatakan lengkap sehingga pengelolaan kembali Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia dapat segera dimulai.
 
Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Aman Riyadi, mengatakan kehadiran Poltek Imipas juga bertujuan menyesuaikan status kelembagaan dengan perubahan struktur kementerian yang baru.
 
"Dengan adanya perubahan struktur pada kementerian sebelumnya, status Poltekip sebagai sekolah kedinasan perlu disesuaikan agar tetap selaras dengan regulasi dan kebutuhan instansi," kata Aman dikutip dari laman ditjenpas.go.id.
 
Aman menyebut ke depan, Taruna Poltekip akan dipersiapkan untuk lebih banyak mengisi jabatan Pembimbing Kemasyarakatan guna menyongsong implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru. Perubahan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan serta mempersiapkan lulusan Poltekip agar lebih siap menghadapi tantangan dalam sistem pemasyarakatan yang terus berkembang.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan