Suhaida menyelesaikan pendidikan S1 Teologi di STT IKAT Jakarta dan mengikuti prosesi wisuda pada usia 72 tahun. (Foto: dok.ist)
Suhaida menyelesaikan pendidikan S1 Teologi di STT IKAT Jakarta dan mengikuti prosesi wisuda pada usia 72 tahun. (Foto: dok.ist)

Usia Bukan Halangan, Wanita 72 Tahun Berhasil Lulus dari Program Sarjana!

Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Juni 2026 15:38
Ringkasnya gini..
  • Suhaida menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Teologi di STT IKAT Jakarta dan mengikuti prosesi wisuda pada usia 72 tahun.
  • Di usia yang tidak lagi muda, ia membuktikan bahwa semangat belajar dan pengabdian dapat terus bertumbuh sepanjang hayat.
  • Kisah Suhaida menjadi inspirasi bahwa pendidikan adalah perjalanan seumur hidup.
Jakarta: Semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia. Hal inilah yang dibuktikan oleh Suhaida, S.Th, warga Batam yang berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Teologi di STT IKAT Jakarta dan mengikuti prosesi wisuda pada usia 72 tahun.
 
Sosok Suhaida dikenal sebagai pribadi yang aktif melayani dan berkontribusi di tengah masyarakat. Di usia yang tidak lagi muda, ia membuktikan bahwa semangat belajar dan pengabdian dapat terus bertumbuh sepanjang hayat.
 
Keputusannya untuk kembali menempuh pendidikan tinggi bukanlah untuk mengejar gelar semata, melainkan sebagai bentuk kesungguhannya dalam memperdalam pelayanan.

Saya mau pelayanan saya punya dasar ilmu yang kuat. Saya percaya Tuhan masih kasih saya kesempatan belajar. Melayani Tuhan tidak ada pensiunnya,” ungkap Suhaida dalam keterangannya dikutip Kamis, 11 Juni 2026.
 
Perjalanan kuliah yang dijalani tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah kondisi fisik yang tidak lagi sekuat dulu, terutama saat harus membaca berbagai referensi dan buku perkuliahan.
 
“Mata sudah gampang capek kalau baca buku tebal. Tapi saya coba pelan-pelan, dan dosen banyak membantu,” ujarnya.
 

Baca Juga :

Mahasiswi Indonesia Berusia 20 Tahun Jadi Pembicara Wisuda Harvard, Angkat Masalah Guru di Papua

Namun seluruh perjuangan tersebut terbayar ketika ia dinyatakan lulus dan mengenakan toga wisuda. Momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh haru.
“Saya bersyukur sekali sampai tidak bisa bicara. Waktu dipakaikan toga, saya terharu. Ini bukan cuma ijazah, tapi doa yang akhirnya dijawab. Umur 72 tahun ternyata masih bisa dipakai Tuhan,” katanya.
 
Keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, gereja, dan lingkungan kampus yang terus memberikan semangat selama masa perkuliahan.
 
“Tuhan yang kasih sehat setiap hari. Anak dan menantu mendukung, gembala dan teman-teman gereja selalu mendoakan. Dosen-dosen STT IKAT juga sabar dan tidak membeda-bedakan umur,” tuturnya.
 
Melalui kisahnya, Suhaida ingin memberikan pesan kepada generasi muda maupun mereka yang merasa sudah terlambat untuk mengejar pendidikan atau mewujudkan impian.
“Buat anak muda, jangan tunda kuliah. Gereja perlu orang yang belajar dengan benar. Buat yang seusia saya, tidak ada kata terlambat kalau Tuhan yang panggil. Kalau saya bisa lulus umur 72 tahun, kalian juga pasti bisa mulai sekarang. Tua itu umur, semangat jangan ikut tua,” pesannya.
 
Bagi Suhaida, wisuda ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bukti bahwa kesempatan untuk belajar dan melayani tidak pernah dibatasi oleh usia. “Wisuda di umur 72 tahun ini adalah bukti bahwa Tuhan tidak pernah berhenti memanggil kita,” pungkasnya.
Kisah Suhaida menjadi inspirasi bahwa pendidikan adalah perjalanan seumur hidup. Selama masih ada kemauan untuk belajar, tidak ada kata terlambat untuk bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak bagi sesama.
 
Dari Batam hingga Jakarta, perjalanan Suhaida membuktikan bahwa usia hanyalah angka, sementara semangat untuk belajar dan melayani adalah pilihan yang dapat terus dijaga sepanjang hidup.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA