Dirjen Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Ahmad Najib mengatakan bangunan sekolah belum selesai karena baru mulai dibangun Februari 2026. Sehingga sekolah tersebut diperkirakan baru bisa menampung siswa di tahun 2027.
| Baca juga: Biar Gak Gagal Paham, Spill Perbedaan Sekolah Rakyat, Negeri, dan Sekolah Garuda |
"Pembangunannya baru mulai Februari Jadi akan dipakai semester berikutnya Tahun ajaran baru 2027," kata Najib di Jakarta, Kamis 9 Juli 2026.
Dengan begitu, siswa yang terdata sebagai siswa baru di SMA Garuda Bulungan baru bisa masuk di semester kedua. Atau di tahun 2027.
Karena hal tersebut, sementara siswa di SMA Garuda Bulungan dipindahkan ke SMA Garuda di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara untuk semester pertama. Sehingga pembelajaran tetap berjalan namun tidak di SMA Garuda Bulungan.
"Digabung di Konawe Selatan," terang dia.
Dengan begitu, dari 4 Sekolah Garuda Baru yang dibangun, saat ini ada 3 Sekolah Garuda Baru yang mencapai target. Di mana sebelumnya, seluruh Sekolah Garuda Baru ditargetkan dapat menggelar pembelajaran untuk tahun ajaran 2026/2027.
Adapun biaya pemindahan siswa itu akan ditanggung oleh pemerintah. Mulai dari tempat tinggal hingga transportasi.
Lebih lanjut, setiap satu Sekolah Garuda Baru akan menampung sekitar 75 siswa. Di setiap sekolah akan bertugas sekitar 50 guru, termasuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan tenaga kependidikan.
| Baca juga:
|
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda