Pada tahap kedua tahun ini, LPDP menyediakan sejumlah program beasiswa. Berikut daftar program beasiswa LPDP tahap II 2026:
- Beasiswa STEM Industri Strategis
- Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics)
- Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan
- Beasiswa Keolahragaan
- Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research.
| Baca juga: Beasiswa LPDP 2026 Tanpa IELTS Jika Kantongi LoA, Cek Aturan Terbarunya |
LPDP memberikan perhatian besar pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Hal ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan industri strategis nasional.
Bidang STEM Industri Strategis sendiri mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi. Termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, hingga kewirausahaan dan industri kreatif.
Selain itu, LPDP juga mendukung bidang STEM-related. Yaitu, bidang non-STEM yang berperan dalam penguatan industri strategis seperti bisnis, ekonomi, hukum, dan kebijakan publik.
Sementara itu, program SHARE tetap menjadi bagian penting LPDP untuk memperkuat pembangunan manusia melalui bidang sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, kebijakan publik, hingga keagamaan. Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan LPDP terus meningkatkan porsi pendanaan untuk bidang STEM dan STEM-related.
Pada 2026, sekitar 80 persen alokasi beasiswa diarahkan untuk bidang STEM dan STEM-related. Sedangkan untuk bidang SHARE maksimal 20 persen.
"Kita peningkatan STEM bergerak terus. Pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related," ujar Yon Arsal di Jakarta, Senin 29 Juni 2026.
| Baca juga: Sah! Jakarta Punya LPDP Sendiri, Segini Kuotanya |
Menurut Yon, kebijakan tersebut dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan industri masa depan. Selain fokus pada bidang strategis, LPDP juga tetap memberikan perhatian terhadap program afirmasi.
Pada LPDP Tahap II 2026 ini, pihaknya pun melakukan sejumlah perubahan kebijakan. Perubahan tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendaftar sekaligus memberikan kemudahan bagi calon penerima beasiswa.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan terdapat beberapa perubahan penting. Berikut daftar perubahan kebijakan LPDP Tahap II 2026:
Keringanan Syarat Bahasa Inggris
Pendaftar AfirmasiTujuan dalam negeri:
- Tidak diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
- Pendaftar yang sudah memiliki LoA Unconditional tidak wajib menyertakan sertifikat bahasa Inggris.
- Pendaftar yang belum memiliki LoA Unconditional mendapat opsi tambahan sertifikat bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.
Pendaftar Non-Afirmasi (Umum/CPNS/PNS/TNI/Polri)
- Pemilik LoA Unconditional tidak wajib melampirkan sertifikat bahasa Inggris.
- Bagi yang belum memiliki LoA Unconditional Tujuan dalam negeri:
b. Dapat menggunakan Test of English Proficiency (TOEP).
- Tujuan luar negeri:
Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research
- Pemilik LoA Unconditional tidak wajib menyertakan sertifikat bahasa Inggris.
- Pendaftar tanpa LoA mendapat opsi sertifikat bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.
- Skor minimal bahasa Inggris diturunkan dibandingkan tahap sebelumnya.
Penambahan Universitas Unggulan LPDP
Jumlah universitas unggulan bertambah dari sebelumnya 17 universitas menjadi 31 universitas. Dengan rincian sebagai berikut:
- 17 universitas unggulan untuk seluruh program studi.
- 14 universitas tambahan khusus program studi STEM.
| Baca juga: Hasil Seleksi Substansi Beasiswa LPDP Diumumkan, Cek Akunmu Sekarang |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda