Dengan begitu, siswa kembali memulai pembelajaran di sekolah pada Senin, 30 Maret 2026. Namun, pemerintah berencana mengembalikan skema pembelajaran daring dari rumah per April 2026.
Kebijakan itu merupakan langkah pemerintah untuk efisiensi konsumsi energi di sektor pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik. Sehingga, para pelajar akan menjalani sekolah daring serupa masa pandemi covid-19.
"Kebijakan penghematan energi lintas sektor tersebut direncanakan mulai berlaku pada April 2026," ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 23 Maret 2026.
Ia menjelaskan penghematan energi meliputi penerapan metode pembelajaran daring atau luring akan menyesuaikan dengan karakteristik substansi mata kuliah atau pelajaran. Pratikno memastikan proses pembelajaran tidak terganggu.
“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,” ujar dia.
Pratikno menjelaskan tidak semua pembelajaran dilaksanakan daring. Kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan dilaksanakan tatap muka guna menjaga kualitas proses pembelajaran.
"Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing jenjang pendidikan serta kebutuhan pembelajaran yang berbeda," ujar dia.
Strategi kebijakan efisiensi energi tidak hanya dijalankan di sektor pendidikan. Tapi juga meliputi penerapan skema kerja fleksibel (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), penguatan pemanfaatan platform digital untuk mendukung efektivitas kerja, pembatasan mobilitas perjalanan dinas, dan penerapan strategi hemat energi pada operasional gedung perkantoran.
Pihaknya juga mengkaji mekanisme penyesuaian distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dikarenakan adanya potensi perubahan pola kehadiran siswa di sekolah serta opsi skema pembiayaan alternatif untuk mendukung kebutuhan akses internet bagi peserta didik bila diterapkan pembelajaran daring.
Perumusan kajian itu akan diberikan dalam bentuk laporan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Laporan itu memberi gambaran konsumsi energi di sektor pembangunan manusia dan kebudayaan.
"Serta akan diberikan rekomendasi langkah-langkah penghematan yang akan dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait," ujar Pratikno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News