Salah satu yang menarik dalam wisuda kali ini adalah Wakil Menteri Pertanian Sudaryono turut menjadi wisudawan program Doktor. Wisuda Tahap VI Tahun Akademik 2025/2026 itu juga menjadi momen istimewa karena pertama kalinya digelar bersama Rektor baru, Alim Setiawan Slamet.
“Toga, prosesi, dan kebanggaan sebagai bagian dari perguruan tinggi agromaritim adalah identitas kita. Namun, IPB tidak hanya hidup dari tradisi, melainkan dari keberanian bertransformasi menjawab tantangan zaman,” ujar Alim dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Februari 2026.
Alim menyinggung relevansi perguruan tinggi di tengah disrupsi kecerdasaan buatan (AI). Paparannya menjawab banyak keraguan publik terhadap peran kampus di era AI.
Menurutnya, AI memang mampu menjawab banyak pertanyaan, tetapi tidak memiliki nurani dan nilai kemanusiaan. “Tantangan manusia bukan lagi menemukan jawaban, melainkan menentukan pertanyaan yang benar. AI bekerja berbasis masa lalu, sementara universitas bekerja untuk membentuk masa depan,” tegas dia.
Salah satu kontribusi nyata IPB University terlihat pada capaian swasembada beras 2025 melalui varietas unggul seperti IPB 9G. Alim mengapresiasi peran alumni dalam berbagai sektor pembangunan.
“Dari kampus ini lahir inovasi yang memperkuat kedaulatan pangan dan pemimpin yang berkontribusi bagi bangsa,” ujar dia.
Alim menitipkan tiga nilai utama bagi lulusan, yaitu integritas, inovatif, dan inspiratif. Terkait integritas, ia mencontohkan kasus Volkswagen Dieselgate pada 2015, ketika rekayasa perangkat lunak digunakan untuk memanipulasi uji emisi kendaraan.
“Secara teknis, teknologi itu canggih, tetapi secara etis keliru. Ia berfungsi, namun melanggar integritas ilmiah dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ini bukti bahwa kepintaran teknis tidak otomatis berarti kebenaran,” ujar dia.
Sementara itu, tentang inovasi, ia mengisahkan penemuan penisilin oleh Alexander Fleming yang lahir dari kepekaan, bukan dari rencana besar. Nilai inspiratif dirangkum dalam ungkapan Urip iku urup, hidup itu menyala dan memberi cahaya.
Ia mengingatkan kehidupan bukan sekadar tentang pencapaian pribadi, melainkan tentang menghadirkan harapan, menumbuhkan semangat, membawa manfaat, dan membuka jalan bagi orang lain.
Ketua Himpunan Alumni IPB University, Fauzi H Amro, berharap lulusan IPB menjadi motor pertumbuhan nasional. “Ekonomi 2025 tumbuh 5,9 persen dan kita didorong menuju 8 persen. Alumni IPB harus berada di garda depan pembangunan,” ujar dia.
Mewakili wisudawan, Wakil Menteri Pertanian Indonesia, Sudaryono mengajak para lulusan untuk tetap menjaga idealisme. Menurutnya, pengalaman pandemi telah mengajarkan kesehatan dan kepedulian sosial jauh lebih penting ketimbang sekadar materi.
“Sekolah dengan baik saja tidak cukup. Masa depan dibangun dengan kesiapan, karakter, dan keberanian membantu mereka yang tertinggal,” pesan dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News