Di sisi lain, transformasi digital dan kebutuhan sumber daya manusia unggul menuntut sistem pendidikan terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merespons tantangan tersebut dengan menetapkan sejumlah program prioritas pada Tahun Anggaran 2026.
Program-program ini dirancang sebagai pengungkit utama peningkatan mutu pendidikan nasional. Sekaligus memperkuat fondasi pendidikan dasar dan menengah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Secara garis besar, arah kebijakan Kemendikdasmen 2026 mencakup penguatan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, perluasan akses pendidikan, tak ketinggalan penguatan karakter peserta didik. Upaya tersebut diwujudkan melalui 19 program prioritas yang menyasar satuan pendidikan, pendidik, peserta didik, serta masyarakat luas.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkap program prioritas Kemendikdasmen Tahun 2026 dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI. Berikut rinciannya:
19 Program Prioritas Kemendikdasmen 2026
1. Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan
Memprioritaskan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar yang aman, layak, dan mendukung proses pembelajaran, dengan target 11.744 satuan pendidikan.2. Digitalisasi Pembelajaran
Sebanyak 288.865 satuan pendidikan akan mendapatkan pendampingan atas perangkat pembelajaran yang telah diberikan pada tahun 2025. Selain itu akan dilakukan pengayaan konten pembelajaran, sehingga satuan pendidikan mampu memanfaatkan perangkat digital pembelajaran secara optimal.3. Program Indonesia Pintar
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, Kemendikdasmen memperluas cakupan Program Indonesia Pintar pada tahun 2026 hingga mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak. Program ini menyasar 19,48 juta siswa, guna memastikan keberlanjutan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu serta menekan angka putus sekolah.4. Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mengukur penguasaan pengetahuan dan kemampuan akademik seseorang pada bidang atau mata pelajaran tertentu akan dilaksanakan pada siswa jenjang SD, SMP, dan SMA sebanyak 3.508.000 siswa.5. Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru
Sebagai upaya strategis dalam memastikan keberlanjutan ketersediaan tenaga pendidik profesional di seluruh Indonesia dan mewujudkan komitmen pemerintahan dalam mendukung peningkatan layanan pendidikan nasional yang merata dan berkualitas, Kemendikdasmen menargetkan 41.692 orang agar dapat memperoleh sertifikat melalui penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru.6. Peningkatan Kualifikasi S1/DIV Guru
Peningkatan kualifikasi guru S1/DIV akan dilaksanakan bagi 150 ribu guru melalui dukungan pendidikan lanjutan, peningkatan kualifikasi akademik, serta penguatan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik.7. Aneka Tunjangan Guru Non ASN
Aneka tunjangan guru meliputi peningkatan satuan biaya atau cost insentif insentif guru Non ASN dinaikkan dari Rp300.000 per orang per bulan menjadi Rp400.000 per orang per bulan kepada sebanyak 798.905 guru, guna memperkuat motivasi dan kualitas layanan pendidikan.8. Peralatan Pembelajaran
Untuk mendukung terselenggaranya pembelajaran berkualitas, pembangunan dan rehabilitasi sarana perlu dilengkapi dengan peralatan pendidikan seperti peralatan laboratorium, alat peraga edukatif, dan alat praktik kejuruan dengan target 2.235 unit.9. Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM)
Beasiswa ADEM untuk pemerataan dan perluasan akses pendidikan, akan dialokasikan bagi sekitar 5.519 siswa jenjang menengah (SMA/SMK) yang berasal dari daerah khusus, Orang Asli Papua (OAP), dan anak pekerja Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi (repatriasi).10. Asesmen Nasional
Asesmen Nasional sebagai instrumen utama untuk memetakan mutu pendidikan secarakomprehensif pada setiap satuan pendidikan akan dilaksanakan pada 497.138 satuan pendidikan.11. Akreditasi Satuan Pendidikan
Akreditasi satuan pendidikan sebagai upaya penjaminan dan peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan, akan dilaksanakan pada 99.235 satuan pendidikan agar diperoleh akreditasi melalui penyelenggaraan proses penilaian yang objektif, transparan, dan akuntabel.12. Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) ditargetkan menjangkau sebanyak 191.697 anak, dengan tujuan memastikan ATS memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kondisi masing-masing.13. Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Afirmatif dan Pendidikan Inklusif
Program dukungan untuk memberikan pendidikan afirmatif dan inklusif melalui pembinaan program afirmasi dan layanan khusus, pendidikan inklusif, bantuan untuk Community Learning Center (CLC) di Malaysia, dan pengembangan pendidikan jarak jauh dengan menargetkan 771 lembaga dan 21.518 siswa.14. Pelatihan Guru
Pelaksanaan pelatihan guru dan tenaga kependidikan (Pembelajaran Mendalam, pelatihan guru Bimbingan Konseling, STEM, Bahasa Inggris, mata pelajaran, literasi dan numerasi, Pelatihan Kepemimpinan, dan Pelatihan bagi tenaga kependidikan) sebanyak 119.888 orang.15. Pendidikan Karakter
Penguatan karakter peserta didik akan dilakukan melalui kampanye 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAI), layanan Penguatan Karakter Budaya Belajar Aman dan Nyaman, pelibatan murid melalui Gerakan Rukun Sama Teman, dan layanan inklusivitas di satuan pendidikan. Penguatan karakter menyasar peserta didik dan satuan pendidikan pada 38 provinsi dengan melibatkan catur pusat pendidikan yaitu keterlibatan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.16. Pengembangan Pabrik Pembelajaran (Teaching Factory) di SMK
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi dengan mencetak lulusan SMK yang kompeten, berkarakter, serta memperkuat kemitraan dan kemandirian sekolah berbasis industri, tahun 2026 Kemendikdasmen menyasar sekitar 750 SMK agar dapat meningkatkan kompetensi lulusan SMK sesuai kebutuhan industri.17. Pelatihan Kompetensi Kerja (PKK) dan Pelatihan Kompetensi Wirausaha (PKW)
Program PKK dan PKW akan dilaksanakan dengan sasaran 21.510 orang, agar siap kerja atau berwirausaha sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.18. Revitalisasi Bahasa Daerah
Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa daerah agar tetap hidup dan digunakan secara berkelanjutan akan menargetkan 7.755 orang melalui kegiatan seperti fasilitasi penutur bahasa daerah dan Festival Tunas Bahasa Ibu.19. Pencetakan dan Pengiriman Buku
Penyediaan buku bacaan bermutu untuk mendukung peningkatan literasi di sekolah yang memiliki nilai Asesmen Nasional rendah dan belum menerima buku pada tahun-tahun sebelumnya akan menyasar sekitar 27.627 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News