Pengukuhan dua guru besar baru Unpad. DOK Unpad
Pengukuhan dua guru besar baru Unpad. DOK Unpad

Undip Tambah 2 Guru Besar Baru Bidang Teknik dan Hukum

Renatha Swasty • 13 September 2023 18:04
Jakarta: Universitas Diponegoro (Undip) menambah dua guru besar baru. Mereka yang baru dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. R. Rizal Isnanto, S.T., M.M., M.T., IPU, ASEAN Eng. dari Fakultas Teknik dan Prof. Ro’fah Setyowati, S.H., M.H., Ph.D. dari Fakultas Hukum.
 
Rizal menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola pada System Biometrika untuk Manajemen Identitas”. Dia mengungkap manfaat teknologi biometrika untuk meningkatkan keamanan pengenalan individu secara tepat.
 
“Pengenalan biometrika masih terus dilakukan untuk menemukan sistem paling bagus, dilihat dari aspek akurasi, ketersediaan, kecepatan, kemudahan akses, dan sebagainya. Dengan pemanfaatan system biometrika memungkinkan penerapan satu individu satu pengenal atau single identity sehingga seseorang tidak perlu lagi membawa berbagai identitas untuk dirinya," kata Rizal dikutip dari laman undip.ac.id, Rabu, 13 September 2023.

Dia mengatakan perlu kajian lebih lanjut untuk mengombinasikan dengan kecerdasan buatan (AI) dengan metode deep learning dengan jumlah basis data yang besar pada pengelolahan citra dan pengenalan pola citra biometrik. Rizal menyebut terdapat lima ciri iris biometrika, yaotu sisik-jari, telapak tangan, iris mata, retina, dan wajah.
 
Pengenalan tertinggi terjadi pada pengenalan telapak tangan dan iris mata. Berkembang ilmu baru, manajemen identitas di masa yang akan datang biometrika akan menjadi penopang utama bagi satu bidang ini.
 
Sementara itu, Ro’fah menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Hak Spiritual Konsumen Pariwisata Halal dalam Bingkai Sharia Governance”. Dia membahas identifikasi hak spiritual konsumen pada perundang-undangan terkait pariwisata serta menemukan unsur-unsur yang menjadi bingkai sharia governance secara tepat.
 
Kajian ini menemukan bingkai sharia governance pada industri pariwisata halal masih lemah. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa unsur, yaitu perundangan khusus; regulasi penunjang khusus; lembaga otoritas aspek umum; Lembaga otoritas aspek khusus (syariah); instrumen hukum terkait; pengawasan aspek syariah internal; dan pengawasan aspek syariah eksternal.
 
Unsur-unsur tersebut menjadi bingkai utama bagi sharia governance. Lemahnya unsur-unsur pendukung sharia governance tersebut menunjukkan dibutuhkan upaya serius untuk mengembangkan industri pariwisata halal.
 
“Guna mewujudkan bingkai tersebut, mutlak diperlukan kebijakan dan program secara internal dan pada masing-masing lembaga terkait, serta kerja sama terpadu antar lembaga terkait," tutur Ro'fah.
 
Adapun, institusi terkait dengan perlindungan hak spiritual konsumen dalam bingkai sharia governance, antara lain Kemenparkeraf, BPJPH-Kemenag, MUI, KNEKS-KDEKS, pemerintah daerah, dan BPKN.
 
Baca juga: Undip Bakal Tambah 3 Guru Besar Baru di Berbagai Bidang

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan