Ani membahas salah satu bidang kajian ilmu antropologi kesehatan. Dia menyampaikan materi tentang Pendekatan Antropologi Kesehatan sebagai Upaya Penurunan Masalah Gizi dan Kesehatan pada Ibu dan Anak di Indonesia.
Antropologi kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya). Mulai dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah kedokteran (medicohistorical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social), dan masalah-masalah kesehatan manusia.
“Saat ini, di dalam era globalisasi di mana terjadi perubahan gaya hidup dan pola makan, Indonesia menghadapi permasalahan tiga beban malnutrisi (triple burden of malnutrition) yaitu terjadinya permasalahan gizi berupa kondisi adanya kekurangan, kelebihan, dan ketidakseimbangan asupan gizi, baik pada ibu maupun anak," kata Sri dikutip dari laman undip.ac.id, Rabu, 21 Juni 2023.
Ani menyebut kekurangan gizi mengacu pada kejadian stunting yang ditandai kurangnya tinggi badan menurut usia, wasting rendahnya berat badan menurut tinggi badan, dan underweight kurangnya berat badan menurut usia. Kejadian defisiensi zat gizi mikro disebabkan oleh kekurangan gizi yang terus menerus selama daur kehidupan berlangsung khususnya pada wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
“Permasalahan gizi kesehatan ibu dan anak di Indonesia tidak terlepas dari masalah perilaku, masyarakat, beserta kebudayaannya," tutur dia.
Ani mengatakan dengan studi antropologi kesehatan dengan metode kualitatif yang mendekatkan peneliti dengan subyek penelitian diharapkan akan mendapatkan akar masalah yang dapat diselesaikan dengan berbagai program dan intervensi. Khususnya, perubahan perilaku masyarakat khususnya pada ibu dan anak.
Sementara, presentasi Ahmad Fauzan Zakki mengambil judul Implementasi Explicit Dynamic Finite Element Method pada Pengembangan Desain Free-fall dan Tsunami Lifeboat. Penelitian mengenai bencana di lingkungan laut dan pesisir dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa.
Kasus kecelakaan yang menimpa bangunan lepas pantai, tenggelamnya kapal, ataupun bencana alam seperti tsunami mendorong insinyur mengembangkan alat keselamatan berupa lifeboat. Hal itu sebagai wahana untuk proses evakuasi korban dari lingkungan bencana sampai menuju ke tempat yang aman.
“Pengembangan teknologi alat keselamatan, khususnya lifeboat haruslah didukung dengan perangkat analisis yang mampu memprediksi ataupun mengevaluasi performa desain lifeboat yang diusulkan," tutur dia.
Ahmad mengatakan Explicit Dynamic Finite Element Method khususnya Arbitrary Lagrangian-Eulerian atau ALE Algorithm adalah salah satu metode analisis numerik yang mampu memberikan solusi dalam memprediksi, mengkaji, dan mengevaluasi beberapa performa utama sebuah desain lifeboat. Sehingga, sangat membantu dalam tahapan proses perancangan.
Sedangkan, Sugiharto menyampaikan tema Optimalisasi Kondisi Fisiologis Unggas pada Era Pasca Antibiotik Melalui Intervensi Nutritif. Menurutnya populasi mikroba di dalam usus memiliki pengaruh besar terhadap kondisi fisiologis unggas.
Intervensi nutritif merupakan metode yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keseimbangan populasi mikroba usus sehingga memberikan dampak positif terhadap kondisi fisiologis unggas. Intervensi nutritif yang banyak dilakukan antara lain penggunaan feed additives, misalnya probiotik, prebiotik, sinbiotik, enzim, phytobiotic/fitobiotik, asam organik, antioksidan dan lain-lain.
Lalu, suplemen pakan, pakan fermentasi, dan pakan fungsional. Dia mengatakan kombinasi probiotik dan acidifier, probiotik dan enzim, fitobiotik dan enzim, plant based materials dan kitosan merupakan beberapa contoh kombinasi feed additives dengan bahan aktif lain yang menunjukkan efek sinergis dan komplementer.
"Sehingga dapat lebih mengoptimalkan kondisi fisiologis dibandingkan dengan penggunaan feed additives atau bahan aktif tersebut secara individual pada unggas," papar dia.
Sugiharto menjelaskan intervensi nutritif merupakan metode yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keseimbangan mikroba di dalam usus. Sehingga, berdampak positif terhadap kondisi fisiologis unggas.
"Kombinasi feed additives dengan komponen aktif lain dapat lebih mengoptimalkan kondisi fisiologis unggas terkait dengan efek sinergis yang tercipta dari kombinasi bahan-bahan tersebut,” papar Sugiharto.
| Baca juga: Teliti Rekayasa Fabrikasi Membran Nanofiltrasi, Dosen Undip Lulus Program Doktor di Jepang |
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News