Program Asah 2025. Dok. Dicoding
Program Asah 2025. Dok. Dicoding

Keterampilan Digital Mesti Dikantongi Mahasiswa hingga di Daerah Terpencil

Ilham Pratama Putra • 17 Februari 2026 16:40
Ringkasnya gini..
  • Mahasiswa perlu menguasai teknologi digital untuk masuk dunia kerja masa depan.
  • Pendidikan teknologi mesti hadir secara inklusif untuk seluruh mahasiswa di Indonesia dimanapun.
  • Tak cuma AI, mahasiswa perlu memiliki ketangguhan berkembang sebagai profesional yang melek digital.
Jakarta: Platform teknologi bidang pendidikan, Dicoding menyelenggarakan Program Asah 2025. Program ini menjalankan pembelajaran teknologi intensif yang mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja masa kini. 
 
Program ini berfokus pada penguasaan keterampilan teknologi yang banyak dibutuhkan di dunia industri hari ini. Seperti kecerdasan buatan (AI), serta penguatan keterampilan lunak yang esensial.
 
Berkolaborasi dengan Accenture, Program Asah memadukan pembelajaran mandiri dalam platform Dicoding dengan kelas langsung, sesi mentoring, serta studi kasus berbasis kebutuhan industri nyata. Hingga saat ini, program ini telah melatih ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia. 

"Dengan lebih dari 75 persen peserta berasal dari kota kecil dan menengah. Hal ini mendukung pemerataan akses terhadap pendidikan teknologi di Indonesia," sebut CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono dalam keterangannya, Selasa 17 Februari 2026.
 
Baca juga: 9 Rekomendasi Konsolnas 2026: Wajib Belajar 13 Tahun, Coding, hingga TKA

Dengan tingkat kelulusan mencapai 95 persen, Program Asah menjadi salah satu program paling sukses yang diselenggarakan Dicoding dalam enam tahun terakhir. Keberhasilan Program Asah juga tercermin dari kisah para lulusannya. 
 
Salah satunya adalah Alia Jennifer Kim Ritzky, mahasiswi Sistem Informasi dari Universitas Gunadarma, yang dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Asah 2025. "Saya merasakan langsung manfaat Program Asah saat menjalani magang sebagai IT Operations Intern di salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia," ujar Alia.
 
Dicoding juga mengumumkan bahwa program ini akan kembali hadir dalam beberapa bulan ke depan, melanjutkan komitmen untuk memperluas pendidikan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Pendaftaran akan dibuka pada pertengahan tahun 2026.
 
Narenda melanjutkan,  Program Asah membuktikan talenta digital unggul dapat lahir dari mana saja. "Fakta bahwa sebagian besar peserta berasal dari kota kecil dan menengah menunjukkan ketika akses dan kesempatan didistribusikan secara merata, potensi luar biasa dapat berkembang," katanya. 
 
Baca juga: 5 Kebijakan Dalam Kurikulum Sepanjang 2025, Mapel Coding hingga Deep Learning

Kolaborasi Dicoding dengan Accenture membantu menjembatani kesenjangan keterampilan serta membangun talenta berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk transformasi digital Indonesia. Sementara itu, Managing Director AI and Data Indonesia Accenture Budiono menegaskan melalui Program Asah, mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknologi mutakhir, seperti AI.
 
"Tetapi juga dengan pola pikir, ketangguhan, dan kesiapan profesional yang dibutuhkan untuk berkembang di era AI. Investasi pada talenta muda saat ini merupakan kunci bagi daya saing Indonesia di masa depan" ujar Budiono.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan