"Menurut saya ini adalah suatu kegagalan pendidikan moral sejak dini," kata Stella dalam Hot Room Metro TV dikutip Kamis, 26 Februari 2026
Ia menjelaskan identitas sebagai warga negara Indonesia (WNI) harus dibangun melalui rasa patriotisme, nasionalisme, dan kecintaan terhadap sesama. Stella memahami masih banyak kekurangan negara, namun hal ini jangan dijadikan alat untuk membenci.
"Karena itu bicara patriotisme, soal pengabdian kepada negara ini kita harus memberikan rasa ini sejak awal, sejak dini," tutur dia.
Stella memberikan tips agar orang tua bisa menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi sejak awal. Salah satunya dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai moda komunikasi utama dengan anak.
"Berbicaralah bahasa Indonesia kepada anak Anda di mana pun Anda tinggal. Bisa dan mampu berbicara bahasa Indonesia tidak pernah akan menjadi beban, tetapi bahkan bisa menjadi suatu senjata," tutur Stella.
Kontrovesi ini bermula dari pernyataan Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas yang bangga anaknya mendapat kewarganegaraan Inggris. Namun, amarah publik terpantik karena ia mengucapkan: "I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat,".
Pernyataan Tyas mendapat kecaman dari warga net, pasalnya ia bisa berada di luar negeri atas bantuan pendidikan dari LPDP yang merupakan uang dari pajak rakyat. Warga net lalu mengulik kehidupan Tyas.
Rupanya, suaminya, Arya Iwantoro, juga merupakan penerima LPDP dan belum menjalankan kewajiban kontribusi di Indonesia setelah lulus studi.
Belakangan, Tyas meminta maaf atas ucapannya. Dia menyadari kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI.
Untuk itu, Tyas mengakui kesalahannya dan memahami dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawabnya. "Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas di akun Instagramnya @sasetyaningtyas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News