Svarna Kartini: Celebrating Her Voice, Her Power, Her Legacy. Foto: Medcom/Bramcov
Svarna Kartini: Celebrating Her Voice, Her Power, Her Legacy. Foto: Medcom/Bramcov

Susahnya Self Love di Zaman Sekarang, Psikolog Ungkap Penyebab dan Tipsnya

Bramcov Stivens Situmeang • 25 April 2026 16:22
Ringkasnya gini..
  • Mencintai diri sendiri terdengar mudah, namun nyatanya banyak orang justru kesulitan melakukannya.
  • Tantangan untuk memiliki self love semakin besar karena godaan untuk membandingkan diri dengan orang lain kian tak terelakkan.
  • Self love atau mencintai diri sendiri berarti seseorang memiliki apresiasi, ketertarikan, dan penghargaan positif terhadap dirinya sendiri.
Jakarta: Mencintai diri sendiri terdengar mudah, namun nyatanya banyak orang justru kesulitan melakukannya. Di era media sosial seperti sekarang, tantangan untuk memiliki self love semakin besar karena godaan untuk membandingkan diri dengan orang lain kian tak terelakkan.
 
Hal ini diungkapkan oleh Psikolog Klinis RSK Jiwa Dharmawangsa, Tara De Thouars. Sebelum membahas lebih jauh soal tantangan dan cara menumbuhkannya, yuk kenalan dulu dengan apa itu self love dan mengapa hal ini begitu penting bagi kehidupan sehari-hari.

Apa itu self love?

Melansir laman Halodoc, self love atau mencintai diri sendiri berarti seseorang memiliki apresiasi, ketertarikan, dan penghargaan positif terhadap dirinya sendiri. Sikap ini erat kaitannya dengan self esteem atau harga diri, serta rasa kasih sayang pada diri sendiri.
 
Ketika seseorang memiliki self love yang kuat, ia akan memahami nilai dirinya dan memperlakukan dirinya dengan penuh kasih. Perlu dipahami, self love berbeda dengan narsisme. Narsisme cenderung mengarah pada sikap mementingkan diri sendiri secara berlebihan, sementara self love justru bersifat positif karena mendorong seseorang untuk memahami kekuatan sekaligus kelemahan dirinya.

Self love sendiri membawa dampak baik bagi kesejahteraan, kesehatan mental, hingga hubungan sosial seseorang. Nah, setelah memahami apa itu self love, kini saatnya menyelami lebih dalam mengapa hal ini justru semakin sulit diwujudkan di zaman sekarang, terutama di tengah gempuran media sosial yang tak pernah berhenti.
 
Psikolog Klinis RSK Jiwa Dharmawangsa, Tara De Thouars, menyebut bahwa self love sejatinya mencakup kemampuan seseorang untuk mencintai, menerima, dan menyayangi dirinya sendiri. Namun ia mengingatkan, tantangan terbesar justru datang dari kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, yang semakin marak terjadi di era media sosial.
 
"Di zaman sekarang itu susah, apalagi zaman sosmed. Karena kita harus lebih dulu mencintai diri sendiri daripada membandingkan dengan yang lain. Tantangan besar karena idealnya kita harus sayang diri sendiri, tapi kadang-kadang melakukan itu tuh susah karena seringkali kita jadi worst enemy diri kita sendiri," beber Tara dalam acara Svarna Kartini: Celebrating Her Voice, Her Power, Her Legacy di Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.
 
Lantas, bagaimana cara mulai menumbuhkan self love? Tara pun berbagi tiga tips praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3 Tips Self Love dari Psikolog

Tips pertama adalah belajar memahami dan berempati terhadap diri sendiri. Tara menjelaskan bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa sesuai dengan standar sosial yang ada, dan itu bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Setiap orang punya alasan tersendiri mengapa ia belum bisa mencapai sesuatu, dan memahami hal itu adalah langkah awal yang penting.
 
Tips kedua, Tara mendorong setiap orang untuk berani mengizinkan dirinya membuat pilihan sendiri, tanpa harus merasa bersalah karena berbeda dari orang lain. Ia mencontohkan, jika orang lain memiliki banyak pengikut di media sosial sementara kamu tidak, itu bukan masalah.
 
"Mungkin kita bisa jadi berbeda, tetapi ada kalanya kita perlu belajar untuk memahami. Oke, kalau memang saya masih berbeda, ya enggak, apa-apa juga, ada alasannya juga kenapa saya belum bisa, ada alasannya juga kenapa saya mungkin belum sebaik orang lain," ujar Tara.
 
Adapun tips ketiga adalah rutin memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri. Tara menekankan bahwa rasa insecure dan tidak percaya diri adalah hal yang wajar dan manusiawi, namun jangan sampai berlarut-larut. Ia menyarankan agar setiap orang membiasakan diri mengucapkan afirmasi setiap pagi setelah bangun tidur maupun setiap malam menjelang tidur.
 
"Pokoknya adalah ketika kita mulai ngerasa ih aku mulai gak pede ya, ih aku mulai insecure ya. Oke, tetapi tidak berarti aku tidak berharga loh. Jadi boleh sering-sering buat teman-teman semua mungkin setiap mau tidur setiap bangun tidur boleh kasih afirmasi ke diri sendiri apapun yang terjadi aku tetap berharga dan aku tetap berarti," ungkap dia.
 
Baca juga:  Sering Lupa? Ini 5 Strategi Praktis Agar Otak Lebih Encer
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan