Ilustrasi penyelenggaraan UNBK. MI/Panca Syurkani.
Ilustrasi penyelenggaraan UNBK. MI/Panca Syurkani.

Guru Ketahuan Kompak 'Bantu' Siswa Kerjakan UN

Pendidikan ujian nasional Kecurangan UN
Antara • 29 Mei 2019 12:57
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al Abror Sidoarjo, Jawa Timur telah melakukan kecurangan secara masif pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/sederajat 2019.
 
"Ada kasus yang menonjol pada pelaksanaan UN di MTS AlAbror Sidoarjo yang mana (kecurangan) dilakukan secara terstruktur dan masif," ungkap Irjen Kemendikbud, Muchlis R Luddin dikutip dari Antara, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Dia menambahkan, di sekolah tersebut, guru ikut mengerjakan soal UN untuk "membantu" siswanya. Caranya dengan membuat koneksi ke ruang siswa. Sementara siswa pura-pura mengerjakan, padahal yang mengerjakan gurunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jadi menurut Muchlis, kecurangan itu dilakukan secara terencana. "Disangkanya tidak ketahuan, ternyata ketahuan. Nanti kami akan investigasi terlebih dahulu alasannya, dan selidiki bersama dengan Kementerian Agama, Kemendikbud dan Irjen akan menindak," tegas Muchlis.
 
Baca:Nilai UN Siswa yang Melakukan Kecurangan Ditangguhkan
 
Dia menambahkan, sekolah yang melakukan kecurangan akan dikenakan sanksi, begitu pula jika pengawas yang melakukan kecurangan akan dibebastugaskan. "Sementara siswa yang melakukan kecurangan akan diberi nilai nol," imbuh dia.
 
Muchlis juga mengatakan, pada tahun ini ada kenaikan jumlah pengaduan UN dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 57 pengaduan pada 2018 menjadi 86 pada 2019.
 
"Ada siswa yang melakukan pelanggaran di dua mata pelajaran dan ada juga yang pada satu mata pelajaran," kata Muchlis.
 
Baca:Peserta Perempuan Mendominasi Nilai Tertinggi UNBK SMP
 
Muchlis menjelaskan kecurangan terbanyak terjadi pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
 
Menariknya, banyak siswa menganggap Bahasa Indonesia lebih sulit dari Bahasa Inggris. Laporan tersebut berasal dari 39 kota yang ada di Tanah Air. Meliputi 39 sekolah di Jawa Timur, Jawa Barat (11 sekolah), Jakarta (tiga sekolah), Bali (dua sekolah), Sumatera Utara (satu sekolah), Nusa Tenggara Barat (dua sekolah), Sulawesi Selatan (dua sekolah), Kalimantan Selatan (satu sekolah), Sumatera Selatan (satu sekolah), Kalimantan Timur (satu sekolah), Sumatera Barat (satu sekolah), dan Jawa Tengah (satu sekolah).
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif