"Hari Berkabung Nasional selama tiga hari, terhitung mulai tanggal 2 sampai dengan 4 Maret 2026," tulis informasi di akun instagram @bpipri dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Penetapan Hari Berkabung Nasional tertuang dalam surat bernomor B-02/M/S/TU.00.00/03/2026 yang dikeluarkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tertanggal 2 Maret 2026. Surat ditujukan kepada Pemimpin Lembaga Negara, para Menteri, Panglima Tentara Nasional Indonesia hingga Pemerintah Daerah.
Selama masa berkabung, Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sesuai UU Nomor 24 Tahun 2009 Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara Serta Lagu Kebangsaan.
"Mari bersama-sama memberikan penghormatan terbaik atas jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara," tulis unggahan itu.
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) turut mengajak masyarakat mendoakan Try Sutrisno. "Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Swt. dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," tulis unggahan itu.
Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta. Try meninggal pada usia ke-90.
Yuk intip profil lengkap Try Sutrisno hingga rekam jejak kehidupan dan kariernya di dunia militer dan politik. Simak informasi berikut ini:
Profil Try Sutrisno
Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur. Dia merupakan anak dari Subandi dan Mardiyah. Ayahnya Subandi merupakan sopir ambulans dan Ibunya Mardiyah merupakan Ibu Rumah Tangga.Try Sutrisno tumbuh dalam masa perjuangan kemerdekaan yang sangat kental. Sejak kecil hingga remajanya hidupnya diwarnai situasi politik dan keamanan yang belum stabil.
Pada masa itu, Indonesia masih dihadapkan konflik pasca kemerdekaan. Kondisi ini membuat tekad Try menguat untuk mengabdikan dirinya kepada negara melalui jalur militer.
Awal karier militer Ketertarikan Try Sutrisno pada dunia kemiliteran membawanya masuk ke pendidikan militer. Ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Darat dan memulai karier sebagai perwira TNI Angkatan Darat.
Sebagai prajurit muda, Try Sutrisno dikenal disiplin dan tegas. Ia terlibat dalam berbagai penugasan penting yang menuntut keberanian dan tanggung jawab besar.
Dalam setiap tugasnya, ia menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang kuat serta ketegasan dalam mengambil keputusan. Kariernya terus menanjak dan mendapat kepercayaan untuk menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD (atau dulunya ABRI).
Berbagai pengalaman lapangan memperkaya kemampuannya dalam strategi militer dan manajemen organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Panglima Kodam, kemudian naik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, hingga akhirnya dipercaya sebagai Panglima ABRI.
Sebagai Panglima, ia memegang tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Masa jabatannya berada dalam periode yang penuh dinamika politik dan sosial.
Menjadi Wapres RI
Puncak karier Try di ranah kenegaraan terjadi ketika dia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993-1998. Ia menjadi Wapres keenam untuk mendampingi Presiden Soeharto.Sebagai Wakil Presiden, perannya tidak hanya simbolis. Ia terlibat dalam berbagai urusan pemerintahan, termasuk isu pertahanan, stabilitas nasional, dan pembangunan.
Latar belakang militernya memberikan warna tersendiri dalam gaya kepemimpinannya yang tegas, sistematis, dan berorientasi pada ketertiban. Masa jabatannya berakhir pada 1998, saat Indonesia memasuki era Reformasi.
Periode tersebut menjadi titik balik besar dalam sejarah bangsa. Sekaligus menandai akhir kiprahnya di jabatan eksekutif tertinggi negara.
Kehidupan setelah melepas RI 2
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno tetap dikenal sebagai tokoh senior nasional. Ia sering dimintai pandangan terkait isu kebangsaan, pertahanan, dan persatuan nasional.Sebagai purnawirawan jenderal, ia tetap memegang prinsip pengabdian kepada negara. Sosoknya dikenang sebagai figur militer yang meniti karier dari bawah, melalui proses panjang dan disiplin yang ketat, hingga mencapai posisi tertinggi di militer dan pemerintahan.
Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada pukul 06.58 WIB, Senin, 2 Maret 2026. Almarhum sempat mendapatkan penanganan di Ruang CICU akibat mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
Jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta No 6, Menteng, Jakarta Pusat. Rencananya, jenazah Try Sutrisno disalatkan di Masjid Sunda Kelapa sebelum dimakamkan di TMP Kalibata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News