"Inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmat Allah wakil presiden ke enam RI bapak jenderal (Purn.) TNI Try Soetrisno," ucap Muhadjir dalam keterangannya, dikutip Senin, 2 Maret 2026.
Menurut mantan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini, Bangsa Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Try Sutrisno menurut Muhadjir adalah sosok yang telah mewakafkan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara, hingga mencapai derajat pengabdian tertinggi sebagai wakil presiden RI ke-6.
"Beliau adalah tempat untuk menimba pengalaman dalam banyak hal kebaikan. Mulai masalah kesetiaan kepada bangsa dan negara, kepemimpinan yang otentik, integritas, kejujuran dan kesederhanaan," terangnya.
Muhadjir mengenang, awal mulai ia mengenal almarhum pada 1989 ketika mempersiapkan kehadiran Try Sutrisno pada acara pembukaan Muktamar Tarjih Muhammdiyah ke 22 di Malang, Jawa Timur. Sebagai Panglima ABRI waktu itu, Try mendapat mandat dari Presiden Soeharto untuk membuka acara Muktamar.
"Waktu itu saya sebagai pembantu rektor III Univ. Muhammadiyah Malang, kebetulan ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana. Sejak itu beliau tak pernah lupa nama saya," terangnya.
Pengalaman tersebut memberi kesan tersendiri pada diri Muhadjir muda. Terlebih pada setiap kesempatan bertemu Try Sutrisno selalu memanggil namaya. "Sebagai orang muda yang 'bukan siapa siapa' hal tersebut membuat kesan yang sangat mendalam," kenang Muhadjir.
Hingga pada suatu ketika Muhadjir diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016, Try adalah salah satu di antara tokoh yang pertama meneleponnya. Try Sutrisno juga salah satu di antara sejumlah sesepuh yang pertama kali menjadi tujuan Muhadjir bersilaturahmi.
"Pak Try adalah pribadi yang sangat baik. Bahkan terlalu baik. Insyaallah almarhum mendapat kedudukan yang mulia di hadapan Allah SWT, dan mendapat tempat bersama hamba hamba Allah yang baik (al abrār) di surga. Amin," ucap Muhadjir.
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia hari ini Senin, 2 Maret 2026 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta. Try meninggal pada usia ke-90.
Dikutip dari laman tni.mil.id, Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur. Try merupakan anak dari Subandi dan Mardiyah. Ayahnya Subandi merupakan sopir ambulans dan Ibunya Mardiyah merupakan Ibu Rumah Tangga.
Profil Try Sutrisno
Try Sutrisno tumbuh dalam masa perjuangan kemerdekaan yang sangat kental. Sejak kecil hingga remajanya hidupnya diwarnai situasi politik dan keamanan yang belum stabil.Pada masa itu, Indonesia masih dihadapkan konflik pasca kemerdekaan. Kondisi ini membuat tekad Try menguat untuk mengabdikan dirinya kepada negara melalui jalur militer.
Awal karier militer
Ketertarikan Try Sutrisno pada dunia kemiliteran membawanya masuk ke pendidikan militer. Ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Darat dan memulai karier sebagai perwira TNI Angkatan Darat.
Sebagai prajurit muda, Try Sutrisno dikenal disiplin dan tegas. Ia terlibat dalam berbagai penugasan penting yang menuntut keberanian dan tanggung jawab besar.
Dalam setiap tugasnya, ia menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang kuat serta ketegasan dalam mengambil keputusan. Kariernya terus menanjak dan mendapat kepercayaan untuk menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD (atau dulunya ABRI).
Berbagai pengalaman lapangan memperkaya kemampuannya dalam strategi militer dan manajemen organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Panglima Kodam, kemudian naik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, hingga akhirnya dipercaya sebagai Panglima ABRI.
Sebagai Panglima, ia memegang tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Masa jabatannya berada dalam periode yang penuh dinamika politik dan sosial.
Menjadi Wapres RI
Puncak karier Try di ranah kenegaraan terjadi ketika dia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993-1998. Ia menjadi Wapres keenam untuk mendampingi Presiden Soeharto.| Baca juga: Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Ini Profil dan Rekam Jejak di Militer dan Politik |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News