Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno wafat. DOK MI/Susanto
Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno wafat. DOK MI/Susanto

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Ini Profil dan Rekam Jejak di Militer dan Politik

Ilham Pratama Putra • 02 Maret 2026 09:59
Ringkasnya gini..
  • Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur.
  • Try Sutrisno tetap dikenal sebagai tokoh senior nasional usai tak lagi menjadi wakil presiden.
  • Try Sutrisno mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum meninggal dunia.
Jakarta: Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Try Sutrisno, meninggal dunia hari ini Senin, 2 Maret 2026 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta. Try meninggal pada usia ke-90.
 
Dikutip dari laman tni.mil.id, Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur. Dia merupakan anak dari Subandi dan Mardiyah. Ayahnya Subandi merupakan sopir ambulans dan Ibunya Mardiyah merupakan Ibu Rumah Tangga.
 
Yuk intip profil lengkap Try Sutrisno hingga rekam jejak kehidupan dan kariernya di dunia militer dan politik? Simak informasi berikut ini:

Profil Try Sutrisno

Try Sutrisno tumbuh dalam masa perjuangan kemerdekaan yang sangat kental. Sejak kecil hingga remajanya hidupnya diwarnai situasi politik dan keamanan yang belum stabil.

Pada masa itu, Indonesia masih dihadapkan konflik pasca kemerdekaan. Kondisi ini membuat tekad Try menguat untuk mengabdikan dirinya kepada negara melalui jalur militer.

Awal karier militer

Ketertarikan Try Sutrisno pada dunia kemiliteran membawanya masuk ke pendidikan militer. Ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Darat dan memulai karier sebagai perwira TNI Angkatan Darat.
 
Sebagai prajurit muda, Try Sutrisno dikenal disiplin dan tegas. Ia terlibat dalam berbagai penugasan penting yang menuntut keberanian dan tanggung jawab besar.
 
Dalam setiap tugasnya, ia menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang kuat serta ketegasan dalam mengambil keputusan. Kariernya terus menanjak dan mendapat kepercayaan untuk menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD (atau dulunya ABRI).
 
Berbagai pengalaman lapangan memperkaya kemampuannya dalam strategi militer dan manajemen organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Panglima Kodam, kemudian naik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, hingga akhirnya dipercaya sebagai Panglima ABRI.
 
Sebagai Panglima, ia memegang tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Masa jabatannya berada dalam periode yang penuh dinamika politik dan sosial.
   

Menjadi Wapres RI

Puncak karier Try di ranah kenegaraan terjadi ketika dia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993-1998. Ia menjadi Wapres keenam untuk mendampingi Presiden Soeharto.
 
Sebagai Wakil Presiden, perannya tidak hanya simbolis. Ia terlibat dalam berbagai urusan pemerintahan, termasuk isu pertahanan, stabilitas nasional, dan pembangunan.
 
Latar belakang militernya memberikan warna tersendiri dalam gaya kepemimpinannya yang tegas, sistematis, dan berorientasi pada ketertiban. Masa jabatannya berakhir pada 1998, saat Indonesia memasuki era Reformasi.
 
Periode tersebut menjadi titik balik besar dalam sejarah bangsa. Sekaligus menandai akhir kiprahnya di jabatan eksekutif tertinggi negara.

Kehidupan setelah melepas RI 2

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno tetap dikenal sebagai tokoh senior nasional. Ia sering dimintai pandangan terkait isu kebangsaan, pertahanan, dan persatuan nasional.
 
Sebagai purnawirawan jenderal, ia tetap memegang prinsip pengabdian kepada negara. Sosoknya dikenang sebagai figur militer yang meniti karier dari bawah, melalui proses panjang dan disiplin yang ketat, hingga mencapai posisi tertinggi di militer dan pemerintahan.
 
Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada pukul 06.58 WIB, Senin, 2 Maret 2026. Almarhum sempat mendapatkan penanganan di Ruang CICU akibat mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
 
Jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta No 6, Menteng, Jakarta Pusat. Rencananya, jenazah Try Sutrisno disalatkan di Masjid Sunda Kelapa sebelum dimakamkan di TMP Kalibata.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan